SE Guru Non-ASN Terbit, Guru Honorer Kini Lebih Tenang Mengajar
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Ilustrasi/Imt.ie-JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA-Ibu hamil harus hati-hati, tak hanya soal makanan, tetapi juga perilaku. Termasuk kebiasaan merokok yang harus dihentikan.
Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso SpA(K) mengatakan bayi dari ibu hamil yang merokok lebih berisiko mengalami kelainan jantung bawaan.
"Ibu hamil yang merokok 44 persen lebih berisiko memiliki anak dengan defek septum daripada yang tidak merokok," kata Piprim dalam sebuah seminar media yang diadakan PP IDAI di Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Defek septum ventrikel adalah kelainan jantung bawaan berupa lubang di dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung. Pada kebanyakan kasus, defek septum ventrikel muncul di bagian bawah katup aorta.
Piprim mengatakan tidak ada bukti signifikan terhadap hubungan dosis respon antara kebiasaan merokok pada ibu hamil dengan penyakit jantung bawaan secara keseluruhan pada anak keturunannya.
"Satu-satunya bukti terdapat efek dosis respon ditunjukkan pada defek septum," ujarnya.
Menurut Piprim, 11 persen ibu dari anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki kebiasaan merokok selama hamil.
Karena itu, mengurangi kebiasaan merokok selama hamil dapat memperbaiki luaran reproduksi dan berkontribusi terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak.
Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit yang serius dan berdampak besar, yaitu rawat inap dan tindakan berulang di rumah sakit.
"Salah satu pemicu penyakit jantung bawaan adalah ibu perokok dan paparan terhadap tembakau. Efek samping dari paparan tembakau adalah lahir prematur, kelainan bawaan lain dan lahir mati atau keguguran," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.