Lansia Asal Ngrampal Sragen Ditemukan Meninggal di Sungai
Seorang lansia asal Desa Bener, Ngrampal, Sragen, ditemukan meninggal dunia di sungai dekat Jembatan Bugel setelah sempat pamit berjalan-jalan.
Ilustrasi tablet pereda nyeri./Reuters
Harianjogja.com, LONDON—Apakah Anda termasuk konsumen rutin obat antinyeri menstruasi? Tak tahan sakit lalu tiap bulan selalu minum obat? Segera hentikan kebiasaan itu. Sejumlah dokter di London, Inggris mengingatkan bahaya obat antinyeri menstruasi pada perut Anda. Pilih alternatif yang lebih aman.
Mayoritas perempuan memang akan menderita kram karena mestruasi tiap bulan. Namun tidak semua memilih jalan mengonsumsi obat untuk meredakannya. Ada banyak yang memilih ramuan herbal kuno Tiongkok atau hanya mengompresnya dengan air hangat untuk meredakan nyeri perut karena menstruasi.
Ahli gastroenterologi dari Mayo Clinic, dokter Sahil Khanna, seperti dilansir Dailymail, 6 April 2018 mengingatkan kebiasaan perempuan mengonsumsi pil pereda nyeri justru akan memunculkan penyakit lain. Di antaranya adalah bisul pada perut, asam sambung dan sejumlah masalah yang berkaitan dengan pencernaan.
Sedangkan ahli ginekologi dari Universitas California di Los Angeles, Amerika Serikat, dokter Aparna Sridhar justru berpendapat lain. Ia menyebut tiap perempuan tak bisa diperlakukan sama untuk mengatasi rasa sakit. Ia mengatakan, para perempuan yang benar-benar tak bisa mengatasi rasa sakit akibat nyeri menstruasi yang sangat, bisa mengombinasikan pengobatan tradisional dengan pil pereda nyeri.
Ketahui Risikonya
Menurut dokter Khanna, tetap akan ada risiko yang muncul jika perempuan rutin mengonsumsi pil antinyeri setiap bulan. Risiko itu akan nongol dalam jangka panjang setelah berbulan-bulan kemudian.
“Kami para ahli gastroenterologi tetap akan menolak penggunaan pil antinyeri [secara berlebihan dan sering] sebisa mungkin. Konsumsi maksimal pil antinyeri adalah 250 miligram per hari,” ujarnya kepada Dailymail.
Ia menambahkan konsumsi pil antinyeri terlalu banyak akan menimbulkan efek samping munculnya gangguan gastrointestinal (saluran pencernaan) yang serius. “[Efek samping] ini juga akan muncul terhadap pasien-pasien yang mengonsumsi aspirin atau ibuprofen juga mereka yang merokok dan minum alkohol,” ujarnya.
Efek samping yang umum muncul adalah asam lambung, konstipasi (susah buang air besar) dan diare. Biasanya pasien tidak menyadari gejala yang muncul itu adalah akibat mereka mengonsumsi obat antinyeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang lansia asal Desa Bener, Ngrampal, Sragen, ditemukan meninggal dunia di sungai dekat Jembatan Bugel setelah sempat pamit berjalan-jalan.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.