JAFF 2026 Tampilkan Film Asia, dari Debutan hingga Karya Peraih Penghargaan

Newswire
Newswire Minggu, 08 November 2026 08:27 WIB
JAFF 2026 Tampilkan Film Asia, dari Debutan hingga Karya Peraih Penghargaan

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026 atau JAFF edisi ke-21 akan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Mengusung tema Influx, festival yang berlangsung pada 28 November hingga 5 Desember 2026 di Yogyakarta ini akan mempertemukan penonton dengan beragam perkembangan terbaru sinema Asia.

Direktur Festival JAFF, Ifa Isfansyah, mengatakan penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ke-21 menjadi momentum bagi festival untuk memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan perfilman Indonesia.

“Tahun ini setelah 21 tahun, kita sudah bisa bilang cukup dewasa untuk bisa menginspirasi, memberikan dampak. Jadi harapannya dengan begitu impact-nya … untuk membentuk cinema culture yang ada di Indonesia. Saya bisa kasih hint gitu ya ada 254 film itu dari 34 negara,” kata Ifa dalam konferensi pers Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Menurut Ifa, JAFF terus berkembang dengan menghadirkan semangat dan energi baru bagi komunitas perfilman. Tema “Influx” dipilih untuk merepresentasikan pertemuan berbagai gagasan baru serta arus pembaruan yang relevan dengan kondisi saat ini guna mendorong terciptanya situasi yang lebih baik.

JAFF21 Perkenalkan Beragam Perkembangan Sinema Asia

Melalui JAFF21, penonton akan diajak menyaksikan perkembangan terbaru sinema Asia. Program festival mencakup karya debut, film-film yang meraih penghargaan internasional, hingga film ikonik yang kembali ditayangkan di layar lebar.

Selain pemutaran film, JAFF juga menghadirkan rangkaian workshop dan masterclass. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan, pembelajaran, dan percakapan bagi komunitas perfilman.

Sebanyak 254 film dari 34 negara akan ditampilkan melalui program kompetisi dan non-kompetisi. Karya-karya tersebut memperlihatkan keragaman cerita serta pendekatan artistik yang berkembang dalam sinema Asia selama setahun terakhir.

Sepuluh Film Bersaing di Main Competition

Dalam kategori Main Competition, terdapat 10 film panjang yang akan memperebutkan Golden dan Silver Hanoman Awards.

Dua film yang masuk dalam kompetisi tersebut adalah “A Girl Unknown” dari China dan “Ah Girl” dari Singapura.

“A Girl Unknown” merupakan karya sutradara Zou Jing yang meraih FIPRESCI Prize dalam program Critics’ Week Cannes Film Festival 2026. Sementara itu, “Ah Girl” garapan Priscilla Ang Geck Geck memenangkan Youth Jury Award di International Film Festival Rotterdam 2026.

Sepuluh Film Indonesia Masuk Indonesian Screen Awards

JAFF21 juga memberikan ruang bagi keberagaman cerita dan pencapaian perfilman Indonesia melalui kategori Indonesian Screen Awards. Sebanyak 10 film Indonesia akan bersaing memperebutkan sejumlah penghargaan.

Kategori yang diperebutkan meliputi Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, Pemeran Terbaik, Sinematografi Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Editor Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Desainer Poster Terbaik.

Penghargaan tersebut mencakup berbagai bidang kreatif yang membentuk pengalaman menonton sebuah film. Beberapa film yang masuk kompetisi antara lain “Kampia Siriah” karya Ferdinand Almi, “Desember Jani” karya Ariani Darmawan, dan “Harga Teman” karya Andrew Kose.

Ada pula “Ibuku” karya Eddie Cahyono yang meraih Busan Award Special Jury Prize di Busan International Film Festival ke-31. Film “Secrets” karya Ravi Bharwani juga akan ditayangkan dalam JAFF21 sebagai world premiere.

Light of Asia dan NETPAC Awards Hadirkan Kompetisi Khusus

Komitmen JAFF untuk memperkenalkan talenta baru berlanjut melalui program Light of Asia. Sebanyak 21 film pendek akan bersaing memperebutkan Blencong Awards dalam kategori tersebut.

Sementara itu, kompetisi NETPAC Awards memberikan perhatian kepada film panjang pertama dan kedua karya para sutradara. Program ini membuka kesempatan bagi penonton untuk mengenali suara-suara baru yang turut membentuk masa depan sinema Asia.

JAFF 2026 Dibuka dengan Film Filipina

JAFF21 akan berlangsung pada 28 November hingga 5 Desember 2026 di Yogyakarta. Festival diawali dengan seremoni pembukaan sekaligus pemutaran film drama Filipina berjudul “Silenced Nights” karya Lawrence Fajardo.

Pemutaran tersebut sekaligus menjadi penayangan perdana “Silenced Nights” di Indonesia.

Adapun film drama komedi Jepang “You Are the Film” karya Makoto Ueda dipilih sebagai film penutup festival.

JAFF Awards Jadi Program Baru

Pada penyelenggaraan tahun ini, JAFF juga memperkenalkan JAFF Awards. Program penghargaan tersebut ditujukan bagi individu, komunitas, dan institusi yang berkontribusi terhadap perkembangan serta keberlanjutan sinema Asia.

Ifa Isfansyah menjelaskan, JAFF Awards diluncurkan sebagai bentuk apresiasi terhadap ekosistem perfilman. Program ini diharapkan membuat energi yang dibangun JAFF selama lebih dari dua dekade dapat memberikan manfaat lebih luas.

“Idenya adalah bagaimana setelah 20 tahun ini energi yang JAFF punya itu tuh bisa menginspirasi, bisa lebih bermanfaatlah untuk ekosistemnya. Kata kuncinya lebih pada ekosistemnya gitu,” kata Ifa.

Melalui tema “Influx”, ratusan film dari puluhan negara, beragam kategori kompetisi, hingga program penghargaan baru, JAFF21 menjadi ruang pertemuan bagi pelaku dan penikmat film untuk merayakan perkembangan sinema Asia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online