Yusril Minta Definisi Korupsi Dikaji Hati-Hati, Ini Alasannya
Yusril Ihza Mahendra menyebut usulan perubahan definisi korupsi perlu dikaji mendalam, termasuk kesesuaiannya dengan konvensi antikorupsi PBB.
Tangkapan layar Film Peluru Senja/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Viking Sunset Studios meresmikan penayangan film Peluru Senja: The Ghost and The Gun di Indonesia melalui acara di CGV Pacific Place pada Jumat (23/10). Film tersebut diproduksi di Bali dengan menghadirkan 14 set yang menggambarkan latar Malaysia pada 1948.
CEO Viking Sunset Studios, Bo Holmgren, mengatakan Bali menjadi lokasi produksi film yang mengangkat kisah peperangan setelah Perang Dunia II di Malaysia. Menurutnya, pembangunan sejumlah set tersebut dilakukan di dekat lokasi studio untuk mendukung kebutuhan cerita dan proses pengambilan gambar.
“Kami membangun 14 set yang menggambarkan Malaysia pada tahun 1948, berjarak dekat dari lokasi studio kami. Ini adalah sesuatu yang perlu dibanggakan masyarakat Indonesia,” jawab Bo.
Bo menyampaikan penayangan film ini turut memperkenalkan Viking Sunset Studios ke tingkat internasional. Studio tersebut juga berkomitmen menjadikan Bali sebagai pusat produksi film.
“Kami tidak hanya ingin menyajikan kisah sejarah yang emosional, tetapi juga ingin mengenalkan kepada dunia bahwa di Bali telah berdiri studio film berskala besar dan berskala lengkap,” jelas Bo.
Menurut Bo, keberadaan studio dengan fasilitas produksi yang lengkap menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kemampuan industri film di Bali kepada dunia. Produksi Peluru Senja: The Ghost and The Gun sekaligus menunjukkan pemanfaatan lokasi dan set di Bali untuk menghadirkan latar cerita yang mengambil tempat di negara lain.
Peluru Senja: The Ghost and The Gun merupakan film dokumenter kolaborasi lintas negara yang diproduseri oleh Anshul Tiwari, dengan naskah ditulis oleh Abhi Kumar.
Film ini mengangkat cerita peperangan pasca-Perang Dunia II di Malaysia. Alurnya berfokus pada dua karakter utama, yakni seorang polisi Melayu dan seorang tentara Inggris.
Pemeran utama Hazman Al-Idrus, yang memerankan Ishwan, mengungkapkan proses syuting di Bali memberikan pengalaman tersendiri. Ia menilai suasana dan lokasi set yang dibangun mendukung kebutuhan aktor serta kru selama produksi berlangsung.
“Ini adalah satu pengalaman yang sangat luas biasa karena itu tempat yang saya belum pernah sejauh itu sampai ke sana. Tempat shooting yang kita buat set-nya sama persis di Malaysia,” cerita Hazman.
Meski demikian, Hazman mengakui proses syuting film tersebut cukup kompleks. Peran yang dimainkannya menuntut kemampuan mengendalikan sejumlah elemen karakter, terutama yang berkaitan dengan kondisi psikologis.
“Buat saya, sangat susah membawa peran ini karena harus ada beberapa elemen dari perannya. Jadi itu harus dikontrol perasaannya, itu bermain dengan psikologi,” kata Hazman.
Di tengah tantangan tersebut, Hazman mengaku senang dengan hasil keseluruhan proses produksi dan syuting. Ia juga menyoroti beberapa adegan yang menurutnya memberikan pengalaman menarik selama menggarap film tersebut.
“Ada beberapa scene yang sangat saya suka, yaitu scenenya itu saya membawa upgrade scene dari medium choreo action, saya minta supaya kita buat lebih hyper action-nya,” tambah Hazman.
Pengalaman Hazman menunjukkan bahwa proses produksi film tidak hanya bergantung pada pembangunan set dan pemilihan lokasi, tetapi juga pada penghayatan karakter serta penggarapan adegan. Melalui produksi di Bali, Viking Sunset Studios menghadirkan latar Malaysia pada 1948 sekaligus memperkenalkan fasilitas studionya kepada penonton Indonesia dan pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yusril Ihza Mahendra menyebut usulan perubahan definisi korupsi perlu dikaji mendalam, termasuk kesesuaiannya dengan konvensi antikorupsi PBB.
Kimi Antonelli merebut pole position GP Amerika Serikat 2026 di Austin dengan waktu 1 menit 34,035 detik, mengungguli Max Verstappen dan Isack Hadjar.
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Tiga atlet Aceh lolos seleksi Timnas Indonesia untuk Piala Dunia Minifootball 2026, tetapi hanya Tifatul Ulfi yang berangkat ke Turki karena keterbatasan anggar
Pertamina memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan stok, jam operasional, SPBU modular, dan layanan tambahan sesuai kebutuhan.