Sudah Wawancara Kerja, tetapi Perusahaan Tak Kunjung Memberi Kabar
Survei Greenhouse menemukan 45% pencari kerja di AS tak mendapat kabar setelah wawancara. Fenomena job ghosting membuat kandidat frustrasi.
Macklemore/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana membawa konser amal untuk Palestina ke Amerika Serikat (AS) menghadapi hambatan setelah sembilan arena pertunjukan besar menolak menjadi tempat penyelenggaraan tur Macklemore. Rapper asal AS tersebut mengungkapkan penolakan itu terjadi setelah pihak pengelola mengetahui bahwa konser bertajuk Free Palestine tersebut merupakan acara penggalangan dana untuk Palestina.
Macklemore menyampaikan pengalamannya melalui unggahan Instagram pada Jumat (6/11/2026). Dia menyebut sejumlah arena ternama di AS yang sebelumnya memiliki jadwal tersedia hingga akhir tahun mendadak tidak lagi memberikan kesempatan bagi timnya untuk menggelar pertunjukan.
Sembilan tempat yang disebut Macklemore meliputi Madison Square Garden di New York, Prudential Center di Newark, Barclays Center di Brooklyn, UBS Arena di Elmont, Intuit Dome dan Kia Forum di Los Angeles, Crypto.com Arena di Los Angeles, Chase Center di San Francisco, serta Climate Pledge Arena di Seattle.
Menurut Macklemore, timnya telah melakukan pendekatan kepada berbagai pengelola arena selama beberapa pekan. Namun, rencana pertunjukan yang semula mendapatkan peluang jadwal akhirnya tidak dapat dilanjutkan.
"Sejak awal, rencana kami adalah membawa tur ini pulang ke AS," tulis Macklemore. "Namun setelah berpekan-pekan melakukan pendekatan, sembilan arena besar di Amerika telah menolak kami."
Dia menjelaskan, pada pertengahan September, timnya telah mendapatkan informasi mengenai tanggal kosong di sejumlah arena tersebut hingga akhir 2026. Akan tetapi, kesempatan itu berubah setelah pihak pengelola mengetahui bahwa pertunjukan yang direncanakan merupakan konser amal untuk Palestina.
"Pada pertengahan September, kami telah mendapatkan tanggal yang tersedia di arena-arena ini hingga akhir tahun. Namun begitu mereka mengetahui ini adalah konser amal untuk Palestina, tanggal-tanggal tersebut mendadak dibatalkan," tutur Macklemore.
Dia juga menggambarkan komunikasi dengan pengelola tempat pertunjukan yang menurutnya menghasilkan keputusan serupa meskipun berlangsung melalui pembicaraan berbeda.
"Pintu-pintu tertutup rapat. Pembicaraannya memang bervariasi, tetapi hasilnya tetap sama: pertunjukan tidak diizinkan berlangsung di tempat-tempat tersebut."
Penolakan sembilan arena tersebut membuat Macklemore melontarkan kritik keras terhadap industri musik di AS. Dalam unggahan Instagram yang disusun menjadi tujuh slide, dia menilai pengalaman tersebut mencerminkan tekanan terhadap seniman yang menyuarakan dukungan kepada Palestina.
Macklemore mengaku tidak lagi mengutamakan hubungan bisnis maupun pribadi dengan tokoh industri musik yang tidak memiliki sikap sejalan dengan perjuangan Palestina.
"Intimidasi, manipulasi, dan penindasan yang saya alami adalah bagian dari cara penguasa menyumbat suara para seniman," ujarnya. "Itu taktik utama mereka untuk membuat kita patuh: diam dan lakukan tugasmu, atau kamu akan dihukum."
Dia juga menegaskan tidak keberatan kehilangan kesempatan tampil maupun hubungan profesional selama harus mengorbankan prinsip yang diyakininya.
"Namun pada titik ini, saya sudah tiga tahun tidak peduli lagi untuk mempertahankan hubungan apa pun, baik bisnis maupun pribadi, dengan siapa pun yang tidak berjuang demi Palestina yang Merdeka."
Sebelumnya, Macklemore telah menggelar rangkaian tur Free Palestine di Dublin, London, dan Paris pada Oktober 2026. Pertunjukan tersebut mendapat respons positif dan dipuji kritikus musik The Guardian, Alexis Petridis, yang menyebutnya sebagai "sebuah kemenangan".
Keberhasilan rangkaian konser di Eropa tersebut menjadi salah satu alasan Macklemore ingin membawa pertunjukan serupa ke negara asalnya. Namun, rencana itu kini menghadapi kendala setelah sembilan arena yang disebutnya tidak memberikan tempat untuk penyelenggaraan konser.
Meski demikian, tuduhan Macklemore mengenai alasan penolakan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari pihak Madison Square Garden Entertainment. Juru bicara perusahaan itu menyatakan arena yang mereka kelola memiliki tingkat kesibukan tinggi dengan ketersediaan jadwal sangat terbatas.
Pihak perusahaan juga menyebut Macklemore bukan artis yang berada dalam kategori pengisi acara berskala arena. Pernyataan tersebut menjadi tanggapan berbeda terhadap tuduhan bahwa penolakan terjadi karena tujuan penggalangan dana untuk Palestina.
Persoalan tur Free Palestine di AS tidak terlepas dari kontroversi yang sebelumnya membuat Macklemore kehilangan kesempatan menjadi penampil pembuka konser Ed Sheeran. Pencoretan itu terjadi setelah Macklemore menyampaikan pidato singkat yang mendukung Palestina, termasuk menyuarakan persoalan Tepi Barat yang diduduki, ketika tampil di atas panggung pada awal September 2026.
Macklemore semula dijadwalkan menjadi salah satu penampil pembuka dalam rangkaian tur AS Ed Sheeran. Namun, penyelenggara kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan keterlibatannya setelah mendapatkan pemberitahuan dari sejumlah pengelola stadion yang tidak mengizinkan konser berlangsung apabila Macklemore tetap masuk dalam daftar penampil.
Ed Sheeran kemudian memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Dia menyebut keputusan itu bukan berasal dari dirinya, melainkan berkaitan dengan tekanan dari pihak penyelenggara dan pengelola tempat konser.
"Saya tidak terlibat dalam hal ini," kata Sheeran saat itu.
Dia juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang terjadi, meskipun memilih tidak menyampaikan semuanya melalui pernyataan publik.
"Saya memiliki pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak peduli, dan bukan berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan dengan cara pribadi saya sendiri."
Pencoretan Macklemore kemudian memicu respons solidaritas dari musisi lain yang terlibat dalam tur tersebut. Empat penampil pembuka lainnya bersama band pengiring Ed Sheeran dilaporkan mengundurkan diri sebagai bentuk dukungan kepada Macklemore.
Setelah peristiwa tersebut, Macklemore mengembangkan tur penggalangan dana Free Palestine yang dimulai dari Eropa. Dia kini berupaya melanjutkan pertunjukan serupa di AS bersama musisi dan penyelenggara lain, meskipun sembilan arena yang disebutnya telah menolak menjadi lokasi konser.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Survei Greenhouse menemukan 45% pencari kerja di AS tak mendapat kabar setelah wawancara. Fenomena job ghosting membuat kandidat frustrasi.
Bluetooth 7.0 membawa teknologi HDT dengan kecepatan 7,5 Mbps. Simak peluang hadirnya fitur ini di Galaxy Buds terbaru.
Leptospirosis di DIY mencapai 576 kasus dengan 23 kematian. Bantul tertinggi, Dinkes mengingatkan gejala dan cara pencegahannya.
Bayi baru lahir perlu tercatat dalam KK. Simak dokumen persyaratan dan cara mengurus penambahan anggota keluarga melalui Dukcapil.
Sebelum mengunggah video TikTok, periksa lima pengaturan privasi ini agar penonton, komentar, dan informasi pribadi lebih terkendali.
Yangwang U9 Xtreme mencapai 503,17 km/jam di Abu Dhabi. Simak catatan rekor satu arah dan spesifikasi mobil listrik BYD in