Toyota Masih Jadi Merek Otomotif Termahal, Nilainya Turun 19,9 Persen
Toyota mempertahankan posisi sebagai merek otomotif paling bernilai dunia pada 2026. Namun, nilai mereknya turun 19,9% menjadi US$59,5 miliar.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tidak mendapat kabar dari perusahaan setelah menjalani wawancara kerja menjadi pengalaman yang dialami banyak pencari kerja. Fenomena yang dikenal sebagai job ghosting ini bahkan dialami 45% kandidat di Amerika Serikat (AS) yang sudah mencapai tahap wawancara, berdasarkan laporan terbaru platform rekrutmen Greenhouse.
Survei yang dilakukan terhadap 1.200 pencari kerja di AS pada September 2026 tersebut memperlihatkan bahwa proses seleksi tidak selalu berakhir dengan kepastian bagi kandidat. Sebagian pelamar justru kehilangan komunikasi dengan perusahaan setelah melewati tahapan wawancara.
Persoalan ini bukan hanya dialami kandidat yang baru mengirimkan lamaran. Mereka yang telah mengikuti beberapa putaran wawancara, bertemu sejumlah perwakilan perusahaan, bahkan menempuh perjalanan ke kota atau negara bagian lain untuk proses seleksi, juga bisa berakhir tanpa menerima kabar.
Fenomena tersebut mendorong Gary Meyer, konsultan pemasaran berbasis kecerdasan buatan (AI) berusia 42 tahun asal Toronto, Kanada, membuat situs Did They Ghost You pada Juni 2026. Platform itu menjadi tempat bagi pencari kerja untuk melaporkan perusahaan yang dinilai memutus komunikasi secara tiba-tiba setelah proses rekrutmen berlangsung.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, situs itu telah menampung 2.888 laporan anonim. Did They Ghost You juga menyusun daftar perusahaan yang paling sering dilaporkan melakukan ghosting, termasuk sejumlah perusahaan besar yang masuk dalam indeks saham S&P 500.
Meyer awalnya tidak merancang Did They Ghost You sebagai proyek besar. Ia membuat situs tersebut setelah mendengar keluhan teman-temannya yang tidak kunjung memperoleh kabar dari perusahaan meskipun sudah menjalani wawancara kerja.
Namun, respons yang muncul setelah Meyer membagikan situs itu melalui LinkedIn ternyata jauh melampaui perkiraannya. Dalam beberapa hari pertama, platform tersebut diklaim telah dikunjungi lebih dari dua juta orang.
Jumlah laporan yang masuk juga meningkat dengan cepat. Pada masa puncak popularitas situs tersebut, Meyer menerima sekitar lima hingga enam laporan baru setiap menit.
"Jelas, ini menyentuh masalah yang cukup sensitif," ujar Meyer, dikutip dari CNBC Make It, Jumat (6/11/2026).
Meski demikian, Meyer membatasi jenis pengalaman yang bisa dilaporkan melalui situsnya. Ia tidak secara khusus menyasar pelamar yang hanya mengirimkan lamaran pekerjaan tetapi tidak memperoleh balasan dari perusahaan.
Menurut Meyer, tidak adanya respons pada tahap awal melamar pekerjaan sudah menjadi hal yang umum dalam kondisi pasar tenaga kerja saat ini. Persoalan yang ingin disoroti situsnya adalah kandidat yang sudah melewati sejumlah tahapan seleksi, tetapi kemudian tidak mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan proses rekrutmen.
"Ini adalah orang-orang yang telah melalui beberapa putaran wawancara, bertemu banyak orang, bahkan terbang ke berbagai negara bagian atau kota untuk wawancara. Namun, tepat di tahap akhir, tidak ada apa-apa, tidak ada respons sama sekali," katanya.
Pengalaman yang dilaporkan melalui Did They Ghost You memperlihatkan bagaimana ketidakjelasan komunikasi dapat terjadi bahkan ketika kandidat sudah mendapat sinyal positif dari perusahaan.
Salah satu pelamar mengaku sempat diberi tahu oleh direktur sumber daya manusia (SDM) bahwa dirinya merupakan kandidat yang paling diunggulkan setelah menjalani wawancara terakhir. Pernyataan tersebut sempat memberikan harapan bahwa proses seleksi akan berlanjut ke tahap berikutnya.
Namun, setelah wawancara itu, perusahaan tidak pernah menghubunginya lagi. Kandidat tersebut akhirnya tidak memperoleh kepastian mengenai hasil seleksi yang telah diikutinya.
Pengalaman berbeda dialami pelamar lainnya. Ia mengaku tidak menerima kabar lanjutan dari perusahaan setelah mengikuti proses rekrutmen. Namun, sekitar sepekan kemudian, ia justru menemukan lowongan pekerjaan yang sama kembali diiklankan.
Bagi Meyer, pengalaman seperti itu dapat membuat kandidat mempertanyakan kemampuan dan kelayakan diri mereka sendiri. Pencari kerja bisa merasa telah melakukan kesalahan besar sehingga perusahaan memilih tidak memberikan tanggapan, bahkan melalui email singkat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan job ghosting terasa menyakitkan bagi kandidat. Mereka bukan hanya menghadapi ketidakpastian mengenai hasil seleksi, tetapi juga harus berhadapan dengan perasaan seolah-olah tidak layak mendapatkan penjelasan setelah menginvestasikan waktu dan tenaga dalam proses rekrutmen.
Laporan Greenhouse yang mencatat 45% kandidat mengalami situasi serupa memperlihatkan bahwa persoalan komunikasi setelah wawancara bukan sekadar pengalaman satu atau dua pencari kerja. Ribuan laporan anonim yang masuk ke Did They Ghost You juga menjadi gambaran besarnya perhatian publik terhadap pengalaman tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Toyota mempertahankan posisi sebagai merek otomotif paling bernilai dunia pada 2026. Namun, nilai mereknya turun 19,9% menjadi US$59,5 miliar.
Persijap Jepara menjamu Garudayaksa FC pada pekan kesembilan Super League. Laskar Kalinyamat memburu kemenangan perdana musim ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan
OpenAI menghadirkan Images 2.6 yang memungkinkan ChatGPT mengubah gambar atau foto menjadi GIF animasi pendek.
Bahlil Lahadalia membantah tudingan terlibat penyadapan Prabowo dan mengancam somasi 3x24 jam kepada pihak yang mencatut namanya.
Penghargaan itu berkat upaya dan kinerja Pemprov Jateng dalam menumbuhkembangkan perekonomian daerah dan peningkatan realisasi investasi.