Shania Twain Kenang Masa Sulit di Awal Karier, Sering Tampil di Bar

Jumali
Jumali Selasa, 03 November 2026 10:47 WIB
Shania Twain Kenang Masa Sulit di Awal Karier, Sering Tampil di Bar

Shania Twain/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Penyanyi country legendaris Shania Twain mengenang pengalaman berat yang harus dilaluinya ketika mulai membangun karier di industri musik. Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu bintang country dunia, Twain harus terbiasa tampil di bar hingga menghadapi lingkungan kerja yang tidak nyaman.

Dalam wawancara sampul dengan American Songwriter yang dipublikasikan pada Senin (2/11), Twain menceritakan bagaimana pengalaman awalnya sebagai penghibur panggung membuatnya mengalami demam panggung. Salah satu penyebabnya adalah suasana tempat ia harus bernyanyi yang jauh dari kata nyaman.

"Saya mengalami demam panggung karena saya merasa tidak nyaman," ujar Twain, 61, mengenai awal mula pengalamannya tampil di atas panggung.

Ia mengingat kondisi bar pada masa itu dipenuhi asap rokok. Selain itu, sebagian besar pengunjung berada dalam keadaan mabuk.

"Saya menghirup asap yang sangat pekat dan tebal karena semua orang merokok di bar-bar pada masa itu. Dan kebanyakan orang dalam keadaan mabuk," katanya.

Situasi tersebut semakin berat karena mayoritas penonton yang hadir pada jam-jam larut malam adalah laki-laki. Twain bahkan biasanya baru mendapat giliran tampil sekitar tengah malam, ketika bar hampir tutup.

Jadwal itu dinilainya tidak sesuai dengan usianya saat itu. Setelah bernyanyi hingga larut malam, ia masih harus bersiap menjalani kegiatan sekolah pada keesokan harinya.

Tepuk Tangan Penonton Membuat Shania Twain Percaya Diri

Meski menghadapi lingkungan yang tidak nyaman, pengalaman tersebut perlahan membantu Twain mengenali kemampuan dirinya. Respons positif penonton setiap kali ia menyelesaikan penampilan menjadi salah satu hal yang membuatnya mulai percaya diri.

"Mereka mengakui bahwa saya adalah seseorang yang menonjol. Saya menyadari, 'Oke, sepertinya saya melakukan hal yang benar,'" ungkapnya.

Seiring waktu, Twain melihat pengalaman tampil di bar pada usia muda sebagai bekal penting untuk menghadapi kerasnya industri musik di Nashville. Situasi yang dahulu membuatnya tidak nyaman justru membentuk ketahanan mentalnya.

"Saya tidak memiliki kecemasan tentang hal-hal tersebut, jadi saya sangat siap, dan saya tidak akan merasa kewalahan, sama seperti seseorang yang baru lulus kuliah dan memulai kariernya, mungkin begitu," tuturnya.

Shania Twain Juga Menghadapi Seksisme

Pengalaman sulit Twain pada masa muda tidak hanya berkaitan dengan penampilan di atas panggung. Dalam wawancara terpisah dengan The New York Times pada Agustus lalu, ia mengaku merasa mulai bernyanyi terlalu dini karena ibunya sangat ingin melihatnya tampil di panggung.

Kehidupan Twain berubah drastis setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil pada 1987, ketika ia berusia 22 tahun. Untuk menghidupi diri sendiri dan ketiga saudaranya, ia kemudian bekerja sebagai penyanyi di Deerhurst, sebuah resor di Ontario.

Di tempat kerja tersebut, Twain juga harus menghadapi diskriminasi terhadap perempuan. Ia mengingat seksisme yang begitu kuat di lingkungan sekitarnya hingga membuatnya memilih menarik diri.

"Seksisme merajalela di sekitar saya, yang membuat saya menarik diri," kenangnya.

Ia mengaku kerap menerima perlakuan merendahkan dari orang-orang di sekitarnya. Namun, latar belakang kehidupannya membuat Twain berusaha tidak larut dalam penghinaan tersebut.

"Saya dihina, saya direndahkan, semuanya," kata dia. "Tetapi saya juga berpikir: 'Saya berasal dari kehidupan dan tempat yang kalian mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya, jadi tahukah kalian? Tidak apa-apa. Saya bisa mengatasi penghinaan itu.'"

Setelah melewati berbagai pengalaman tersebut, Twain berhasil membangun karier panjang di industri musik. Ia juga baru merilis album studio terbarunya, Little Miss Twain, pada Juli lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online