OPINI: Mengembangkan Industri Khas DIY
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
Gula putih dan gula aren. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko perlemakan hati atau fatty liver. Kandungan fruktosa yang masuk ke tubuh secara berlebihan dapat diubah menjadi lemak dan menumpuk di dalam sel hati.
Konsultan Gastroenterohepatologi, Irsan Hasan, menjelaskan fatty liver berkaitan erat dengan gangguan metabolisme yang dipengaruhi pola hidup sehari-hari. Kondisi ini terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam sel hati sehingga dalam jangka panjang berpotensi mengganggu fungsi organ tersebut.
“Ketika Anda minum minuman manis dalam jumlah besar, organ hati akan kewalahan memproses lonjakan fruktosa tersebut,” kata Irsan.
Kelebihan fruktosa dapat diubah menjadi trigliserida atau lemak yang kemudian menumpuk di dalam sel hati. Risiko tersebut perlu diperhatikan, terutama oleh orang yang terbiasa mengonsumsi minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi.
Menurut Irsan, perlemakan hati tidak hanya berkaitan dengan konsumsi minuman manis. Pola makan tinggi kalori, kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses, serta kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Gangguan yang berkaitan dengan disfungsi metabolisme ini dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD).
Fatty Liver Bisa Terjadi pada Orang dengan Berat Badan Normal
Perlemakan hati sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari kondisi tersebut sampai menjalani pemeriksaan kesehatan.
Rasa lelah kronis memang dapat menjadi salah satu keluhan, tetapi gejala ini tidak spesifik. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan pada hati.
Risiko MASLD lebih tinggi pada orang dengan obesitas, diabetes tipe 2 atau pradiabetes, hipertensi, serta gangguan profil lipid. Orang yang rutin mengonsumsi minuman kemasan tinggi gula atau fruktosa juga perlu memperhatikan pola konsumsinya.
Meski demikian, perlemakan hati bukan hanya dialami orang dengan berat badan berlebih. Kondisi Lean MASLD dapat terjadi pada orang dengan indeks massa tubuh normal.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penumpukan lemak viseral di rongga perut, faktor genetik, maupun resistensi insulin.
Jika tidak ditangani, perlemakan hati dapat berkembang menjadi peradangan hati atau Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis (MASH). Kondisi ini selanjutnya berpotensi berkembang menjadi fibrosis hingga sirosis.
Pada tahap lanjut, kerusakan hati dapat mengganggu fungsi organ dan menimbulkan komplikasi serius.
Pemeriksaan dan Perubahan Gaya Hidup
Untuk mengetahui kondisi hati, pemeriksaan dapat dilakukan melalui tes darah fungsi hati serta pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi (USG) atau FibroScan.
Pemeriksaan diperlukan karena kadar enzim hati yang normal tidak selalu menunjukkan seseorang terbebas dari penumpukan lemak di hati.
Irsan mengatakan perubahan gaya hidup menjadi langkah penting untuk mencegah sekaligus menangani fatty liver, terutama ketika kondisi masih berada pada tahap awal.
“Obat terbaik untuk fatty liver pada tahap awal bukanlah pil atau suplemen, melainkan perubahan pola makan,” ujarnya.
Perubahan pola hidup dapat dimulai dengan mengurangi konsumsi gula tambahan, meningkatkan aktivitas fisik, serta menurunkan berat badan secara bertahap bagi orang dengan obesitas.
Aktivitas fisik intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda, juga dianjurkan setidaknya 150 menit setiap minggu.
Dengan memperbaiki pola makan dan rutin bergerak, risiko gangguan metabolisme yang berkaitan dengan perlemakan hati dapat dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,36 miliar pada September 2026. BI menilai capaian ini memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.