India Teratas, Indonesia Masuk 6 Besar Negara dengan Kelahiran Tertinggi

Jumali
Jumali Kamis, 29 Oktober 2026 17:57 WIB
India Teratas, Indonesia Masuk 6 Besar Negara dengan Kelahiran Tertinggi

Bayi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia diproyeksikan mencatat 4,44 juta kelahiran pada 2025, menempatkannya di posisi keenam negara dengan jumlah kelahiran tertinggi di dunia. Angka tersebut berada di bawah India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, dan China jika diurutkan berdasarkan jumlah kelahiran.

Proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam World Population Prospects 2024 memperlihatkan perbedaan tren demografi di berbagai negara. Sebagian negara masih mencatat jumlah kelahiran jauh lebih tinggi daripada kematian, sedangkan negara lain mulai menghadapi penyusutan populasi akibat perubahan struktur usia penduduk.

India diperkirakan memimpin dengan 23,07 juta kelahiran pada 2025. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat proyeksi kelahiran di China yang mencapai 8,71 juta bayi.

Data yang divisualisasikan Julie R. Peasley dan dirilis Visual Capitalist itu membandingkan jumlah kelahiran dan kematian di 12 negara dengan proyeksi kelahiran tertinggi pada 2025.

Indonesia Diproyeksikan Catat 4,44 Juta Kelahiran

Dalam daftar tersebut, Indonesia berada di urutan keenam dengan proyeksi 4,44 juta kelahiran dan 2,20 juta kematian sepanjang 2025. Dengan demikian, jumlah kelahiran diperkirakan masih melampaui kematian.

India menempati posisi pertama dengan 23,07 juta kelahiran dan 9,72 juta kematian. Nigeria berada di urutan ketiga dengan 7,64 juta kelahiran dan 2,75 juta kematian, disusul Pakistan yang diproyeksikan mencatat 6,91 juta kelahiran dan 1,64 juta kematian.

Sementara itu, Republik Demokratik Kongo berada di posisi kelima dengan 4,56 juta kelahiran dan 940.000 kematian. Setelah Indonesia, Ethiopia menempati urutan ketujuh dengan 4,18 juta kelahiran dan 790.000 kematian.

Amerika Serikat berada di peringkat kedelapan. Negara tersebut diproyeksikan mencatat 3,66 juta kelahiran dan 3,09 juta kematian. Selisih sekitar 570.000 jiwa menjadikannya negara dengan jarak kelahiran dan kematian paling kecil di antara negara-negara dalam daftar yang masih diproyeksikan mencatat lebih banyak kelahiran daripada kematian.

Bangladesh menyusul dengan 3,44 juta kelahiran dan 900.000 kematian. Brasil diproyeksikan mencatat 2,53 juta kelahiran dan 1,53 juta kematian, sedangkan Mesir memiliki 2,45 juta kelahiran dan 660.000 kematian. Tanzania melengkapi daftar dengan 2,42 juta kelahiran dan 400.000 kematian.

China Hadapi Jumlah Kematian Lebih Tinggi daripada Kelahiran

Berbeda dari negara-negara lain dalam daftar, China diproyeksikan mengalami jumlah kematian yang lebih tinggi daripada kelahiran pada 2025. Negara tersebut diperkirakan mencatat 8,71 juta kelahiran dan 11,72 juta kematian.

Selisih itu mencerminkan tantangan demografi China, termasuk rendahnya angka kelahiran dan bertambahnya populasi lanjut usia. Kondisi tersebut membuat jumlah kematian diperkirakan melampaui jumlah bayi yang lahir.

Perubahan demografi serupa juga menjadi perhatian di berbagai negara lain. Penurunan tingkat kesuburan membuat pertumbuhan penduduk semakin melambat, terutama di negara-negara yang telah berada di bawah tingkat kesuburan pengganti, yakni sekitar 2,1 anak per perempuan.

Meski demikian, tingkat kesuburan yang rendah tidak otomatis membuat jumlah penduduk langsung menyusut. Amerika Serikat, misalnya, masih diproyeksikan mencatat lebih banyak kelahiran daripada kematian pada 2025.

Jumlah penduduk juga dipengaruhi struktur usia dan besarnya populasi yang sudah ada. Karena itu, dampak penurunan angka kelahiran terhadap total populasi dapat berlangsung secara bertahap.

Tren Kelahiran dan Kematian Berbeda di Setiap Negara

Perbedaan jumlah kelahiran dan kematian memperlihatkan bahwa perubahan demografi dunia tidak berlangsung seragam. Negara dengan populasi besar dan struktur penduduk relatif muda masih dapat mencatat jumlah kelahiran tinggi, sementara negara dengan penduduk menua berpotensi mengalami peningkatan jumlah kematian.

Di sejumlah negara berkembang, peningkatan layanan kesehatan dan penurunan angka kematian turut mendukung pertumbuhan populasi. Namun, tantangan kesehatan masyarakat dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.

Dalam jangka panjang, kombinasi penurunan angka kelahiran dan penuaan penduduk berpotensi membuat semakin banyak negara mencatat kematian lebih tinggi daripada kelahiran. Meski begitu, perkembangan setiap negara tetap bergantung pada struktur usia, tingkat kesuburan, dan dinamika penduduknya.

Daftar 12 Negara dengan Kelahiran Tertinggi pada 2025

Berikut perbandingan proyeksi jumlah kelahiran dan kematian berdasarkan World Population Prospects 2024 yang dicantumkan dalam materi sumber:

PeringkatNegaraKelahiranKematian
1India23,07 juta9,72 juta
2China8,71 juta11,72 juta
3Nigeria7,64 juta2,75 juta
4Pakistan6,91 juta1,64 juta
5Republik Demokratik Kongo4,56 juta940.000
6Indonesia4,44 juta2,20 juta
7Ethiopia4,18 juta790.000
8Amerika Serikat3,66 juta3,09 juta
9Bangladesh3,44 juta900.000
10Brasil2,53 juta1,53 juta
11Mesir2,45 juta660.000
12Tanzania2,42 juta400.000

Data tersebut merupakan proyeksi untuk 2025, bukan otomatis angka pencatatan kelahiran dan kematian aktual. Indonesia berada di posisi keenam dalam daftar ini, sementara India diperkirakan menjadi negara dengan jumlah kelahiran tertinggi di dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online