The Longest Wait, Dua Tahun Rekam Perjuangan Timnas Indonesia

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 23:27 WIB
The Longest Wait, Dua Tahun Rekam Perjuangan Timnas Indonesia

Film dokumenter The Longest Wait yang merangkum perjalanan Timnas Indonesia selama dua tahun./Istimewa-Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA—Film dokumenter The Longest Wait merangkum perjalanan Timnas Indonesia selama dua tahun melalui ratusan jam rekaman. Proses panjang tersebut mencakup pertandingan, latihan, wawancara, arsip, hingga momen personal para pemain yang kemudian disusun menjadi film berdurasi 90–100 menit.

Filmmaker sekaligus Executive Producer The Longest Wait, Sakti Parantean, mengatakan tantangan terbesar dalam pembuatan film ini adalah memilih materi yang benar-benar mendukung cerita. Tim produksi harus menyaring begitu banyak rekaman agar hasil akhirnya tetap menarik bagi pencinta sepak bola maupun masyarakat umum.

“Stock footage, arsip, dan hasil pertandingan yang kami punya mencapai ratusan jam. Tantangannya bagaimana merangkum semuanya menjadi 90 sampai 100 menit yang tetap menarik dan relevan,” kata Sakti dalam gala premiere The Longest Wait di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Ratusan Jam Rekaman Disaring Menjadi Satu Cerita

Pengambilan gambar dokumenter The Longest Wait berlangsung selama dua tahun. Sementara itu, proses penyuntingan dikerjakan dalam beberapa bulan terakhir dengan menyusun materi yang dinilai paling relevan dengan arah cerita film.

Menurut Sakti, tidak semua rekaman yang telah dikumpulkan akhirnya masuk ke versi layar lebar. Sejumlah wawancara dan momen yang diabadikan di berbagai lokasi, termasuk di luar negeri, harus dikesampingkan karena dianggap kurang mendukung cerita utama.

“Banyak sekali wawancara dan momen. Kami sampai ke mana-mana, termasuk ke luar negeri. Namun, itu tidak masuk ke dalam film karena kurang relevan. Padahal, momen-momen itu bagus sekali,” ujarnya.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa proses penyuntingan bukan sekadar memangkas durasi, melainkan juga menentukan bagian-bagian yang paling kuat untuk menggambarkan perjalanan Timnas Indonesia.

Sembilan Versi Sebelum Film Final Ditentukan

Penyusunan cerita juga melalui sejumlah tahap revisi. Executive Producer The Longest Wait, Abram Sitzer, mengungkapkan bahwa tim sempat menghasilkan sekitar sembilan versi berbeda sebelum menentukan versi final.

“Saya akan mengatakan bahwa ada begitu banyak rekaman yang kami miliki selama bertahun-tahun dan banyak momen luar biasa. Saya bahkan tidak yakin, mungkin ada sekitar sembilan versi berbeda sebelum akhirnya kami sampai pada versi ini,” ujar Abram.

Ia menjelaskan, tim produksi terus mengevaluasi materi yang tersedia untuk menemukan momen-momen paling kuat. Fokusnya adalah membangun alur emosional yang dapat membuat penonton memahami kehidupan dan perjuangan para pemain.

“Kami terus mencari momen-momen terkuat yang bisa menampilkan alur emosional yang menarik bagi semua orang, seperti kehidupan para pemain,” katanya.

Kisah Perjuangan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia

The Longest Wait mengangkat perjuangan Timnas Indonesia dalam mengejar tiket Piala Dunia. Dokumenter ini merekam tekanan dan tantangan yang dihadapi para pemain dalam upaya membawa Indonesia kembali ke turnamen sepak bola terbesar tersebut setelah terakhir kali tampil pada 1938.

Melalui rekaman yang dikumpulkan selama dua tahun, film ini mendokumentasikan perjalanan para pemain dalam mengejar mimpi tampil di Piala Dunia. Ceritanya tidak hanya bertumpu pada pertandingan, tetapi juga menyertakan latihan, wawancara, arsip, dan momen personal yang dipilih untuk membangun gambaran perjalanan tim.

Film The Longest Wait mulai tayang di bioskop Indonesia pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dengan durasi sekitar 90–100 menit, dokumenter ini menjadi rangkuman dari proses panjang pengambilan gambar dan penyuntingan. Ratusan jam rekaman harus diseleksi hingga tersisa rangkaian cerita yang dianggap paling relevan untuk menggambarkan perjuangan Timnas Indonesia mengejar kesempatan tampil di Piala Dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online