Ideologi Ekstrem Masuk Ruang Digital, Amir Mahmud Ingatkan Pentingnya Pancasila
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Seorang pengunjung menikmati Mie Godog di Sajian Kembang Turi, Donoasih, Donokerto, Turi, Sleman, Rabu (27/10/2026)
Harianjogja.com, SLEMAN—Semangkuk bakmi godhog hangat terasa semakin nikmat ketika disantap di tengah udara sejuk pedesaan Donoasih, Donokerto, Turi, Sleman. Apalagi saat musim hujan, ketika kuah gurih yang mengepul dan aroma bumbu khas bakmi Jawa menjadi teman pas untuk menghangatkan badan.
Di Sajian Kembang Turi, pengalaman menikmati kuliner tradisional itu berpadu dengan suasana pedesaan. Hamparan sawah, udara sejuk, dan panorama Gunung Merapi saat cuaca cerah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu bersama keluarga.
Bakmi godhog menjadi salah satu pilihan menu yang cocok disantap ketika cuaca dingin. Perpaduan mi kuning, kuah gurih, telur, suwiran ayam, dan sayuran menghadirkan cita rasa rumahan yang akrab di lidah.
Hidangan berkuah ini juga bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner tanpa terburu-buru, sembari berbincang dan memandang suasana sekitar. Namun, Sajian Kembang Turi bukan sekadar tempat untuk mengisi perut. Tempat kuliner ini juga menawarkan ruang bagi keluarga untuk menikmati aktivitas luar ruang.
"Akhir pekan biasanya ramai dikunjungi keluarga dan rombongan wisata," kata Pengelola Sajian Kembang Turi, Y. Bayu Widagdo, Rabu (27/10/2026)
Dia mengatakan di Sajian Kembang Turi, selain bisa menikmati ragam kuniler, anak-anak bisa bermain air, memancing, hingga berlarian di area sekitar sawah. Aktivitas itu tetap perlu memperhatikan izin orang tua dan keselamatan anak.
"Kami juga menyediakan program petani cilik untuk mengenalkan pertanian kepada anak-anak. Anak-anak bisa bermain air, memancing, atau berlarian di pematang sawah sepuasnya. Asalkan dibolehkan sama orangtuanya," kata Bayu.
Tak ayal, konsep yang diterapkan membuat kunjungan ke Sajian Kembang Turi menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan. Orang tua bisa menikmati hidangan, sementara anak-anak mengenal suasana pedesaan melalui aktivitas di luar ruang dengan pengawasan keluarga.
Berawal dari Kegemaran Bertani dan Berburu Kuliner
Bayu mengatakan Sajian Kembang Turi dirintis pada Februari 2025 lalu bersama ketiga rekannya. Usaha tersebut berangkat dari kegemaran mereka bertani sekaligus menjelajahi berbagai tempat kuliner.
“Sembari memadukan kegemaran kami di bidang pertanian, tempat ini kami bangun sebagai showroom untuk menikmati hasil pertanian. Kami juga ingin mendekatkan dunia pertanian kepada generasi muda,” ujarnya.
Selain menghadirkan menu bercita rasa rumahan, usaha ini berupaya memanfaatkan hasil pertanian dan melibatkan warga sekitar dalam penyediaan bahan baku. Telur, ayam, dan sayuran diupayakan berasal dari produksi warga maupun lahan yang dikelola sendiri. Sejumlah komoditas, seperti cabai, juga ditanam untuk mendukung kebutuhan usaha.
“Jadi, bahan yang kami gunakan untuk berjualan sebisa mungkin kami beli dari warga. Ada juga dari hasil panen yang kami tanam seperti beras, cabai, ayam, entok, telur. Harapannya, usaha ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” paparnya.
Menu Ndeso hingga Hidangan Hangat
Selain bakmi dan bihun goreng maupun godhog, Sajian Kembang Turi menawarkan aneka masakan rumahan. Pengunjung dapat memilih sayur lodeh, pecel kembang turi, oseng genjer, oseng pepaya, sayur bening, hingga tumis kangkung.
Untuk minuman, tersedia wedang jahe, wedang secang, wedang uwuh, minuman berbahan serai, kopi tubruk, hingga racikan kopi modern. Ragam menu tersebut memberi pilihan bagi pengunjung yang datang bersama keluarga atau rombongan dengan selera berbeda.
Bagi Bayu, perpaduan kuliner tradisional, suasana pedesaan, dan aktivitas luar ruang merupakan bagian dari konsep yang ingin dikembangkan di Sajian Kembang Turi.
“Perpaduan kuliner tradisional, suasana pedesaan, dan aktivitas luar ruang menjadi cara Sajian Kembang Turi menarik pengunjung,” jelasnya.
Lebih dari sekadar tempat makan, Bayu berharap Sajian Kembang Turi menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Saat hujan membuat udara Turi terasa lebih dingin, semangkuk bakmi godog hangat bisa menjadi alasan untuk singgah. Pengunjung pun dapat menikmati sajian tradisional sekaligus merasakan suasana pedesaan bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk 5 rute dengan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.