Fenomena Selebcat Viral, Ini Dampaknya bagi Kucing di Tempat Umum

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 22:47 WIB
Fenomena Selebcat Viral, Ini Dampaknya bagi Kucing di Tempat Umum

Kucing dan anak kucing. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena selebcat atau kucing yang menjadi selebritas di media sosial dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hewan. Namun, perhatian berlebihan dari pengunjung di tempat umum, seperti stasiun kereta dan pusat perbelanjaan, berpotensi membuat kucing merasa tidak nyaman hingga mengalami stres.

Dokter hewan drh. Trima Naimmah mengatakan fenomena kucing yang viral melalui foto dan video di media sosial memiliki sisi positif. Masyarakat menjadi lebih tertarik untuk melihat, berinteraksi, bahkan mengunjungi lokasi tempat kucing-kucing tersebut tinggal.

Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, popularitas kucing di ruang publik juga dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesejahteraan hewan.

Meski demikian, interaksi yang terlalu intens dapat memengaruhi kondisi kucing, terutama jika hewan tersebut memiliki pengalaman traumatis saat berhubungan dengan manusia.

"Setiap individu kucing itu memiliki respons, karakter, toleransi yang berbeda ketika didekati, dielus, difoto, bahkan dikerumuni," kata Trima saat dihubungi ANTARA pada Kamis (29/10/2026).

Kenali Tanda Kucing Tidak Nyaman

Trima menjelaskan setiap kucing memiliki karakter dan tingkat toleransi yang berbeda terhadap manusia. Ada kucing yang menerima sentuhan, tetapi ada pula yang merasa takut atau menunjukkan perilaku agresif ketika didekati.

"Bisa jadi kucingnya merasa tidak nyaman, takut, atau bahkan langsung menyerang jika karakternya memang garang," kata anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) tersebut.

Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda ketika kucing mengalami stimulasi berlebihan. Beberapa di antaranya adalah napas yang menjadi cepat, jantung berdebar kencang, serta ekor yang bergerak seperti mencambuk.

Tanda lainnya meliputi perilaku menggeram atau mendesis, telinga mengarah ke belakang, pupil membesar, dan rambut berdiri tegak. Kucing juga dapat berusaha menepis tangan orang yang hendak menyentuhnya, bahkan mencakar atau menggigit.

Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak memaksakan interaksi ketika kucing menunjukkan tanda-tanda tersebut. Memberi ruang bagi kucing untuk menjauh dapat membantu menjaga kenyamanan dan keamanannya.

Cara Berinteraksi dengan Kucing di Tempat Umum

Trima mengingatkan masyarakat bahwa kucing dan makhluk hidup lainnya bukanlah objek hiburan. Oleh sebab itu, keinginan untuk menunjukkan kasih sayang perlu disertai sikap yang bijak dan perhatian terhadap kondisi hewan.

"Baiknya kita lihat dulu situasi kucing, apakah sedang santai, juga jangan berikan gerakan mendadak yang membuat dia kaget," katanya.

Ia menyarankan agar masyarakat membiarkan kucing mendekat dengan sendirinya sebelum mencoba melakukan kontak fisik. Kucing yang mendekati seseorang untuk mencium atau mengendus tangannya dapat menjadi tanda bahwa hewan tersebut bersedia berinteraksi.

"Sebaiknya juga biarkan kucing mendekat sendiri, sampai dia mencium dan mengendus tangan kita misalnya, itu bisa jadi tanda dia bersedia kontak dengan kita," ia menambahkan.

Meski kucing terlihat menerima sentuhan, bukan berarti hewan tersebut ingin terus-menerus dielus. Interaksi tetap perlu dilakukan secara wajar dengan menghindari gerakan tiba-tiba yang dapat membuatnya terkejut.

"Jadi elus sewajarnya, jangan berlebihan, jangan berikan gerakan tiba-tiba yang membuatnya kaget," katanya.

Menjaga Jarak Juga Bentuk Kasih Sayang

Trima menegaskan kasih sayang kepada kucing tidak harus ditunjukkan dengan menyentuh, menggendong, atau mengajaknya bermain. Menghormati batasan dan respons hewan juga merupakan bagian penting dari kepedulian terhadap kesejahteraannya.

Menurut dia, menjaga jarak agar kucing tetap merasa nyaman di lingkungan tempatnya berada juga merupakan bentuk kasih sayang.

Dengan demikian, popularitas selebcat dapat menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap hewan. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa kebutuhan dan kenyamanan kucing harus lebih diutamakan daripada keinginan untuk berfoto atau berinteraksi dengannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online