Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi Tembus 1,03 Juta Orang, MagangHub Belum Efektif
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Produk sambal lokal Eatsambel yang kini memperluas jangkauan distribusinya ke kanal ritel modern/Istimewa-Bisnis
Harianjogja.com, JOGJA—Merek sambal lokal Eatsambel memperluas jangkauan distribusinya ke kanal ritel modern atau modern trade. Pada tahap awal ekspansi, produk Eatsambel telah tersedia di 41 jaringan ritel modern di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk bertransformasi dari merek yang mengandalkan penjualan langsung kepada konsumen melalui kanal digital atau direct-to-consumer (D2C) menjadi pelaku industri barang konsumsi cepat habis atau fast-moving consumer goods (FMCG).
Ekspansi tersebut juga bertujuan mempermudah konsumen mendapatkan produk Eatsambel tanpa harus menunggu pengiriman dari pembelian daring.
Eatsambel Masuk ke 41 Jaringan Ritel Modern
Dalam fase awal ekspansi fisik, Eatsambel telah hadir di sejumlah jaringan ritel modern di Jabodetabek. Distribusinya mencakup The Foodhall dengan 12 cabang, termasuk gerai pilihan di Plaza Indonesia, Grand Indonesia, dan Mall Kelapa Gading.
Produk Eatsambel juga tersedia di TipTop dengan delapan cabang, antara lain di Rawamangun, Pondok Bambu, dan Pondok Gede. Selain itu, distribusi menjangkau Naga Pasar Swalayan dengan 14 cabang di sejumlah lokasi, seperti Pekayon, Wibawa Mukti, dan Tambun.
Jaringan lainnya adalah Indogrosir yang memiliki tujuh cabang dalam distribusi Eatsambel, beberapa di antaranya berlokasi di Bintara, Bogor, dan Tangerang.
Di luar jaringan ritel modern tersebut, Eatsambel juga masuk ke kanal Modern Trade Independent (MTI), antara lain Frozpoin, Total Buah, dan Cantik Manis, toko oleh-oleh di Bandara Soekarno-Hatta.
Produk ini juga tersedia melalui layanan quick commerce Astro dan sekitar 30 titik warung atau general trade di Jakarta. Eatsambel turut merencanakan kehadiran produknya di Alfagift.
Perluasan distribusi ini diharapkan memberikan lebih banyak pilihan tempat pembelian bagi konsumen, baik ketika berbelanja kebutuhan harian maupun bulanan.
Mengandalkan Cita Rasa Nusantara dan Kemasan Praktis
CEO Eatsambel, Renaldo Akhira, mengatakan perluasan ke ritel fisik merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk melengkapi pengalaman belanja konsumen yang sebelumnya telah dibangun melalui kanal digital.
"Perluasan distribusi ke Modern Trade merupakan langkah strategis Eatsambel untuk mendekatkan produk kepada konsumen melalui lebih banyak titik pembelian," ujar Renaldo Akhira.
Dia menambahkan, kehadiran di toko fisik diharapkan memudahkan konsumen menemukan produk Eatsambel saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.
"Setelah membangun kehadiran dan interaksi yang sangat kuat dengan konsumen di kanal digital, Eatsambel ingin melengkapi pengalaman tersebut dengan akses offline. Kami ingin memastikan konsumen dapat menemukan produk kami dengan mudah saat berbelanja kebutuhan sehari-hari, tanpa ada sekat jarak dan waktu," sambungnya.
Eatsambel mengembangkan produknya dengan mengadaptasi resep keluarga dan kekayaan kuliner berbagai daerah di Indonesia. Salah satu karakteristik yang ditonjolkan adalah tekstur cabai yang relatif kasar untuk menghadirkan sensasi menyerupai sambal ulek rumahan.
Produk Eatsambel tersedia dalam beberapa format kemasan, mulai dari kaleng (can), pouch, hingga sachet. Pilihan tersebut dirancang untuk melengkapi berbagai hidangan Nusantara dan kebutuhan makan keluarga.
Ragam Varian Sambal Eatsambel
Setiap varian Eatsambel memiliki kombinasi bahan dan cita rasa yang berbeda. Bawang Ojolali menggunakan bawang khas Brebes dengan tekstur cabai kasar, sedangkan Ireng Ojolali terinspirasi dari sambal khas Madura.
Untuk varian petcan, Cumi Ciamik menawarkan sambal dengan topping cumi yang empuk. Sementara itu, Cakalang Rindu menggunakan ikan cakalang sangrai untuk memperkuat aroma khasnya.
Varian Ayam Suwir Icikiwir memadukan suwiran dada ayam dengan rempah Nusantara. Ada pula Teringat Kamu yang mengombinasikan teri Medan premium dengan bumbu sambal.
Adapun Cumi Item Bara menghadirkan topping cumi dengan bumbu hitam yang menggunakan tinta cumi asli dan rempah-rempah.
"Inspirasi Eatsambel berangkat dari resep keluarga dan cita rasa khas daerah di Indonesia yang diadaptasi ke format produk yang lebih praktis. Arah komunikasi ini diperkuat dengan tagline 'Teman di Setiap Santapan', yang menempatkan Eatsambel sebagai pelengkap berbagai santapan Nusantara, bukan hanya untuk satu jenis hidangan tertentu," lanjut Renaldo.
Penjualan Digital Tumbuh, Pelanggan Berulang di Atas 30%
Ekspansi ke ritel modern ditopang oleh perkembangan bisnis Eatsambel di kanal digital. Perusahaan memulai kiprahnya di Shopee pada 2019 dan memperluas penjualan ke TikTok Shop pada akhir 2021.
Eatsambel menyebut telah mencapai sejumlah tonggak penjualan, termasuk menjadi salah satu merek terlaris dalam kategori Groceries (F&B) pada sejumlah kampanye perdagangan elektronik nasional.
Berdasarkan data internal tim marketplace, nilai transaksi barang atau Gross Merchandise Value (GMV) Eatsambel mencatatkan pertumbuhan rata-rata 5% per bulan selama enam bulan terakhir.
Pada periode yang sama, nilai rata-rata transaksi atau basket size meningkat dari kisaran Rp70.000 menjadi Rp90.000. Perusahaan juga mencatat proporsi pelanggan yang melakukan pembelian berulang atau repeat customer di atas 30% secara year-to-date di Shopee dan TikTok Shop.
Capaian tersebut menjadi salah satu fondasi bagi Eatsambel untuk memperluas jalur distribusi dari kanal digital ke toko fisik.
Targetkan Ekspansi Nasional pada 2027
Kehadiran di sejumlah gerai ritel modern Jabodetabek menjadi tahap awal dari peta jalan ekspansi Eatsambel. Memasuki 2027, perusahaan menargetkan perluasan distribusi ke tingkat nasional dengan proyeksi pertumbuhan bisnis sebesar 200% dibandingkan capaian 2026.
Untuk mendukung target tersebut, Eatsambel menyatakan menerapkan standar keamanan pangan melalui Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), serta pembekalan standar ISO 22000:2018 dalam rantai produksinya.
Renaldo menegaskan perluasan distribusi akan tetap disertai upaya menjaga konsistensi rasa, kualitas, dan keamanan produk.
"Seiring perluasan distribusi, kami tetap berkomitmen menjaga konsistensi rasa, kualitas, dan keamanan produk melalui pengendalian proses produksi yang terstandar dan berkelanjutan. Kami percaya, pertumbuhan bisnis yang cepat harus berjalan beriringan dengan kepercayaan serta kepuasan konsumen yang terus kami bangun," tutup Renaldo Akhira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.