Sate Srepeh hingga Tahu Telur, Chef Hidupkan Kuliner Lokal yang Nyaris Terlupakan

Newswire
Newswire Rabu, 07 Oktober 2026 23:27 WIB
Sate Srepeh hingga Tahu Telur, Chef Hidupkan Kuliner Lokal yang Nyaris Terlupakan

Sate Srepeh khas Rembang/Istimewa-Visit Jawa Tengah

Harianjogja.com, JAKARTA— Masa depan kuliner Indonesia tidak selalu lahir dari hidangan modern atau makanan fusion kontemporer. Resep turun-temurun dan makanan dari warung kecil di pinggir jalan juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan kuliner Nusantara.

Hal tersebut ditemukan oleh 18 chef pemilik restoran di Indonesia ketika menjelajahi sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam perjalanan kuliner bersama Unilever Food Solutions.

Dalam perjalanan tersebut, para chef tidak sekadar mencicipi makanan tradisional khas setiap kota. Mereka juga bertemu langsung dengan pembuat makanan, melihat teknik pengolahan, serta menggali cerita di balik hidangan Nusantara yang kerap luput dari perhatian.

Salah satu kuliner yang menarik perhatian adalah sate srepeh khas Rembang, Jawa Tengah.

“Sate srepeh ini adanya di daerah Rembang dan konon di Rembang sendiri hanya tinggal empat pedagang, jadi cukup sulit dicari,” kata Ade Putri, food storyteller dan pembawa acara UFS Culinary Trip, di Jakarta pada Rabu (30/9/2026).

Ketika Makanan Sederhana Menjadi Inspirasi

Bagi para chef, perjumpaan dengan makanan seperti sate srepeh menjadi lebih dari sekadar pengalaman gastronomi. Dari sana muncul pertanyaan mengenai bagaimana makanan sederhana yang tidak selalu terlihat premium dapat diperkenalkan kepada Gen Z.

Generasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu penerus keberlangsungan kekayaan makanan Tanah Air.

Freddie Salim, salah satu chef yang mengikuti perjalanan kuliner tersebut sekaligus pemilik restoran SILK Bistro, menjelaskan bahwa memperkenalkan makanan tradisional kepada generasi baru tidak harus dilakukan dengan mengubah makanan tersebut secara keseluruhan.

Salah satu contohnya adalah tahu telur dari Kudus. Hidangan sederhana yang memadukan tahu, telur, sayuran, dan bumbu kacang tersebut justru membuat Freddie terpukau.

Ia kemudian membuat interpretasi baru terhadap hidangan tersebut. Bagian telur dibuat menyerupai kembang goyang, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter rasa aslinya.

“Ini kan kira-kira diciptakan untuk mengangkat sebuah cerita lama menjadi cerita baru tapi tidak melupakan akarnya, ini yang paling penting,” kata Freddie.

Gen Z dan Tren Berburu Hidden Gem

Pendekatan untuk membawa makanan tradisional ke konteks yang lebih modern semakin relevan seiring perubahan selera konsumen muda.

Gen Z kini tidak hanya mencari restoran populer atau makanan yang sedang viral. Mereka juga tertarik berburu hidden gem ketika berwisata ke berbagai kota.

Pengalaman tersebut tidak berhenti pada aktivitas makan. Generasi ini juga mengeksplorasi rasa dan membagikan pengalaman kuliner mereka melalui media sosial.

Perubahan minat tersebut sekaligus membuka peluang bagi makanan tradisional untuk mendapatkan panggung baru. Kuliner yang sebelumnya hanya dikenal secara lokal dapat diperkenalkan kepada lebih banyak orang ketika dibawa ke restoran dan diterjemahkan melalui pendekatan chef masa kini.

Culinary Roots Jadi Sumber Inovasi

Eksplorasi tersebut membuat makanan yang hampir terlupakan, bahan pangan lokal, hingga teknik memasak tradisional yang digunakan para pedagang kecil memiliki ruang untuk menjadi sumber inspirasi baru.

Konsep culinary roots yang diusung dalam Future Menu 2026 menempatkan akar kuliner sebagai salah satu sumber inovasi makanan.

Sementara itu, street food culture dinilai membuka ruang bagi jajanan lokal untuk diterjemahkan kembali dalam konteks yang lebih modern.

Dengan pendekatan tersebut, makanan tradisional tidak harus kehilangan identitasnya ketika masuk ke restoran. Cerita, karakter rasa, bahan pangan, hingga teknik pengolahan yang telah diwariskan dapat tetap menjadi bagian penting dalam proses pengembangan hidangan.

Eksplorasi para chef di Jawa Tengah dan Jawa Timur menunjukkan bahwa inspirasi kuliner Indonesia dapat ditemukan dari berbagai tempat, termasuk makanan yang sederhana, resep turun-temurun, serta hidangan lokal yang mulai sulit ditemui.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online