Danantara Bidik 5-10 Persen Saham BEI, Konsorsium Bisa 40 Persen
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Ilustrasi serangan jantung/bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Risiko penyakit jantung dan stroke dapat diperkirakan sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan penggunaan kalkulator risiko kardiovaskular. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Framingham Risk Score, yang membantu memperkirakan kemungkinan seseorang mengalami penyakit kardiovaskular dalam 10 tahun berdasarkan sejumlah faktor kesehatan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), Muhammad Barri Fahmi, menyarankan masyarakat tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung. Pemeriksaan diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko, termasuk tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang terkadang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Barri menyampaikan hal tersebut dalam agenda Diskusi dan Live Case Prosedur Complex PCI pada Kasus Sumbatan Jantung Kompleks di Auditorium MHJS, Minggu (11/10/2026).
Cara Kerja Framingham Risk Score
Framingham Risk Score merupakan kalkulator yang digunakan untuk memperkirakan risiko seseorang mengalami penyakit kardiovaskular dalam kurun waktu 10 tahun. Perhitungan dilakukan dengan memasukkan sejumlah variabel kesehatan yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan stroke.
Menurut Barri, faktor yang digunakan dalam kalkulator tersebut antara lain jenis kelamin, tekanan darah, kadar kolesterol, kebiasaan merokok, serta riwayat hipertensi dan penyakit jantung.
Kalkulator ini dapat diakses secara gratis melalui internet. Pengguna memasukkan data kesehatan yang diminta, termasuk kadar kolesterol jahat, untuk memperoleh angka perkiraan risiko.
“Nanti begitu kita masukkan angka-angka itu di kuesioner tersebut, dan ini kuesionernya tersedia gratis di online, di Framingham Risk Score 2008. Kolesterol jahat kita berapa, itu dimasukkan di situ. Nanti dia akan memunculkan angka,” ujarnya.
Hasil perhitungan tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan. Namun, angka yang muncul bukan diagnosis medis sehingga tetap perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan kondisi individu dan dikonsultasikan kepada tenaga medis.
Mengapa Pemeriksaan Jantung Perlu Dilakukan Berkala?
Barri menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang telah memasuki usia dewasa. Pemeriksaan berkala membantu mengetahui faktor risiko yang mungkin tidak disadari karena belum menimbulkan gejala.
Tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tidak terpantau dapat menjadi perhatian dalam upaya pencegahan penyakit kardiovaskular. Bahkan, kebiasaan berolahraga tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko apabila seseorang tidak mengetahui kondisi tekanan darah dan kadar kolesterolnya.
Barri mencontohkan, tekanan darah yang sangat tinggi terkadang baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan untuk keperluan lain. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memantau kesehatan meskipun tubuh terasa sehat.
Dia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menghindari pemeriksaan karena khawatir mengetahui hasilnya.
“Jangan takut untuk tahu. Ada banyak orang itu yang takut, enggak mau tahu, nanti kepikiran. Itu lebih baik kita mengetahui dan nanti hasilnya bisa dikonsultasikan ke dokter jantung,” katanya.
Medical Check-Up untuk Mengetahui Faktor Risiko
Selain menggunakan Framingham Risk Score, masyarakat disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU). Pemeriksaan dapat mencakup tes laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatan yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
Barri menyarankan masyarakat memilih paket MCU sesuai kebutuhan medis. Pemeriksaan tambahan, seperti tes treadmill, dapat dipertimbangkan berdasarkan indikasi dan rekomendasi dokter.
Hasil pemeriksaan selanjutnya dapat dibawa kepada dokter untuk memperoleh penilaian lebih menyeluruh. Dengan begitu, faktor risiko yang ditemukan dapat dievaluasi dan langkah pencegahan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
“Jadi gunakan risk score dan kita pakai medical check-up,” ujarnya.
Kenali Risiko Sebelum Muncul Komplikasi
Penyakit kardiovaskular dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan berkala dan penilaian risiko dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan lebih dini sehingga langkah pencegahan dapat dipertimbangkan sebelum terjadi komplikasi.
Pesan tersebut disampaikan Barri dalam rangkaian diskusi yang diselenggarakan Mayapada Hospital Jakarta Selatan bersama Perhimpunan Intervensi Kardiovaskuler Indonesia (PIKI). Kegiatan itu membahas penanganan sumbatan jantung kompleks sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung.
Penggunaan Framingham Risk Score dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai risiko kardiovaskular, sedangkan pemeriksaan medis diperlukan untuk menilai kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh. Kombinasi keduanya menjadi bagian dari upaya mengenali faktor risiko dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 12 Oktober 2026, lengkap dengan jam keberangkatan ke Sleman, Condongcatur, Gamping, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 12 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.