iPhone Duo Dibawa ke Indonesia Kena Pajak Berapa? Simak Hitungannya
Simulasi Bea Cukai menunjukkan iPhone Duo 1 TB seharga US$2.599 dapat dikenai bea masuk dan PPN hingga Rp8,1 juta.
Poster Film The Doll Ghawiah/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Mitos Boneka Uci yang dikaitkan dengan kawasan Babakan Siliwangi, Bandung, diangkat ke layar lebar melalui film horor The Doll Ghawiah. Film produksi Hitmaker Studios itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, termasuk dalam format IMAX.
Film garapan Guntur Soeharjanto tersebut mengambil latar 1988 dan mengikuti keluarga Pranata yang mencoba memulai kehidupan baru setelah pindah dari Jakarta ke Bandung.
Keluarga itu terdiri atas Arya (Darius Sinathrya), Evi (Titi Kamal), serta dua anak mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane). Kepindahan tersebut justru menjadi awal munculnya gangguan yang berkaitan dengan sebuah boneka bernama Ghawiah.
Misteri dalam film ini berkaitan dengan sosok Uci, seorang anak perempuan yang disebut meninggal setelah menjadi korban kecelakaan tabrak lari di kawasan Jalan Siliwangi.
Kisah Uci kemudian diceritakan melalui Laras, karakter yang diperankan Sara Wijayanto. Dalam cerita film, Uci disebut masih mencari boneka kesayangannya setelah peristiwa tragis tersebut.
Boneka Ghawiah menjadi bagian penting dari teror yang dialami keluarga Pranata. Berdasarkan materi promosi Hitmaker Studios, boneka tersebut diketahui merupakan milik Uci dan kemudian berpindah-pindah hingga memicu berbagai kejadian janggal di sekitar keluarga tersebut.
Kehadiran Ghawiah juga menjadi salah satu elemen yang menghubungkan film ini dengan mitos yang menjadi latar ceritanya. Sementara itu, bagi penonton yang belum mengikuti film-film sebelumnya, cerita The Doll Ghawiah tetap dirancang untuk dapat diikuti sebagai kisah tersendiri.
The Doll Ghawiah menjadi bagian terbaru dari semesta The Doll yang dikembangkan Hitmaker Studios. Film ini hadir setelah rangkaian film sebelumnya dan spin-off Sabrina (2018).
Jika film-film terdahulu dalam semesta tersebut banyak dikaitkan dengan Rocky Soraya sebagai sutradara, kali ini kursi penyutradaraan diberikan kepada Guntur Soeharjanto. Ia sebelumnya menyutradarai sejumlah film, di antaranya 99 Cahaya di Langit Eropa dan Ranah 3 Warna.
Pergantian sutradara tersebut sekaligus membawa pendekatan baru dalam pengembangan cerita The Doll. Guntur juga sebelumnya menangani sejumlah film horor, termasuk Lampor: Keranda Terbang, Panggonan Wingit dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon.
Selain Sara Wijayanto sebagai Laras, film ini dibintangi Darius Sinathrya sebagai Arya dan Titi Kamal sebagai Evi. Dua karakter anak dalam keluarga tersebut diperankan Aisyah Aqilah sebagai Gita dan Laura Moane sebagai Nala.
Berikut informasi utama film The Doll Ghawiah:
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Judul | The Doll Ghawiah |
| Sutradara | Guntur Soeharjanto |
| Rumah produksi | Hitmaker Studios |
| Tanggal tayang | 29 Oktober 2026 |
| Format | Bioskop reguler dan IMAX |
| Latar waktu | 1988 |
| Latar cerita | Bandung dan kawasan Babakan Siliwangi |
Dengan mengangkat mitos lokal Bandung ke dalam cerita horor, The Doll Ghawiah dijadwalkan menjadi babak terbaru dalam semesta The Doll. Film tersebut dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simulasi Bea Cukai menunjukkan iPhone Duo 1 TB seharga US$2.599 dapat dikenai bea masuk dan PPN hingga Rp8,1 juta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.