WhatsApp Tak Bisa Dipakai di HP Lama, Cek Daftarnya
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Instagram: Petaka Gunung Welirang
Harianjogja.com, JOGJA— Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan film horor berlatar alam pegunungan. Film Petaka Gunung Welirang resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis (2/7/2026).
Film produksi Starvision ini disutradarai oleh Indra Gunawan dengan naskah yang ditulis oleh Upi. Kehadirannya menjadi salah satu film horor lokal yang cukup dinantikan pada pertengahan tahun ini.
Mengusung latar pendakian gunung yang kental dengan nuansa mistis, film ini mengisahkan lima sahabat yang memutuskan merayakan kelulusan mereka dengan mendaki Gunung Welirang.
Perjalanan yang awalnya penuh kegembiraan berubah menjadi pengalaman mengerikan ketika mereka melewati kawasan bernama Alas Lali Jiwo. Di lokasi tersebut, mereka mendengar suara gamelan misterius yang menggema dari tengah hutan.
Sejak kejadian itu, berbagai peristiwa aneh mulai bermunculan. Teror demi teror menghantui rombongan pendaki hingga membuat mereka terpisah satu sama lain. Situasi semakin mencekam ketika mereka diduga terseret ke dalam dimensi magis yang penuh misteri.
Konflik yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada ancaman makhluk gaib, tetapi juga menguji persahabatan dan keberanian para tokoh saat menghadapi situasi yang sulit dijelaskan secara logika.
Deretan Pemain Petaka Gunung Welirang
Film ini diperkuat sejumlah aktor dan aktris muda yang sedang naik daun di industri perfilman Indonesia.
Beberapa nama yang tampil sebagai pemeran utama antara lain Antonio Blanco Jr., Alika Jantinia, Giulio Parengkuan, Razan Zu, dan Jinan Safa.
Selain itu, film ini juga menghadirkan sejumlah aktor senior seperti Hana Saraswati, Ramon Y. Tungka, Agus Kuncoro, Jameelah Saleem, Derry Oktami, Cak Ukil, serta Shatora Narajan.
Kombinasi pemain muda dan senior tersebut diharapkan mampu menghadirkan dinamika cerita yang kuat sekaligus memperkuat atmosfer horor yang dibangun sepanjang film.
Tawarkan Horor dengan Nuansa Lokal
Berbeda dari film horor yang hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan atau efek kejut, Petaka Gunung Welirang mencoba membangun ketegangan melalui suasana alam pegunungan dan legenda mistis yang berkembang di masyarakat.
Latar Alas Lali Jiwo menjadi elemen penting yang memperkuat nuansa cerita. Kawasan tersebut digambarkan sebagai tempat yang menyimpan misteri dan dipercaya memiliki hubungan dengan dunia gaib.
Selain menyajikan teror, film ini juga mengangkat tema persahabatan, kepercayaan, dan keberanian saat menghadapi situasi yang berada di luar kendali manusia.
Dengan kombinasi cerita petualangan, misteri, dan horor, Petaka Gunung Welirang berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda bagi pencinta film Indonesia.
Film ini sudah dapat disaksikan di jaringan bioskop nasional mulai 2 Juli 2026 dan menjadi salah satu pilihan tontonan bagi penonton yang menyukai kisah horor berlatar pegunungan serta legenda mistis Nusantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Harga pakan ayam petelur melonjak hingga Rp8.155 per kg, membuat HPP telur Rp26.911, sementara harga jual hanya Rp19.000-Rp21.000.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.