Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Ilustrasi./freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan mendapatkan pekerjaan pertama semakin kompetitif seiring berkembangnya proses rekrutmen berbasis teknologi. Bagi fresh graduate, memiliki kemampuan saja belum cukup. Cara menyusun CV, surat lamaran, hingga membangun citra profesional di dunia digital kini turut menjadi penentu apakah lamaran akan lolos ke tahap wawancara atau tidak.
Di tengah banyaknya pelamar untuk satu posisi, perusahaan juga mulai memanfaatkan sistem penyaringan otomatis sehingga pencari kerja perlu menyesuaikan strategi sejak awal. Berikut lima langkah yang dapat meningkatkan peluang dipanggil HRD.
Banyak perusahaan, baik perusahaan besar maupun startup, kini menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring ribuan CV yang masuk.
Karena itu, hindari penggunaan desain yang terlalu rumit, warna berlebihan, atau format gambar yang berpotensi sulit dibaca sistem. Gunakan format teks sederhana dengan font standar seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman, serta sertakan kata kunci yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Mengirim satu surat lamaran yang sama ke banyak perusahaan bukan lagi strategi yang efektif. Tim HRD umumnya dapat mengenali surat lamaran yang dibuat secara massal.
Sesuaikan isi cover letter dengan perusahaan tujuan. Sebutkan nama perusahaan, posisi yang dilamar, serta jelaskan bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat memberikan solusi bagi kebutuhan perusahaan tersebut.
Media sosial kini menjadi salah satu sumber informasi yang kerap digunakan dalam proses background check oleh perusahaan.
Bahkan bukan cuma LinkedIn yang dilihat, kadang akun Instagram atau X (Twitter) juga dicek untuk melihat bagaimana karakter asli pelamar di dunia maya.
Sebelum mengirim lamaran, pastikan akun media sosial tidak memuat unggahan yang mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, maupun konten lain yang dapat dinilai tidak profesional.
Bagi pelamar yang mengincar pekerjaan di bidang kreatif, teknologi informasi, maupun komunikasi, portofolio menjadi nilai tambah yang penting.
Simpan hasil karya atau proyek yang pernah dikerjakan selama kuliah dalam platform yang mudah diakses, seperti Google Drive, Behance, GitHub, atau situs web pribadi. Portofolio yang rapi akan membantu perusahaan menilai kemampuan secara langsung.
Ketika memperoleh panggilan wawancara, persiapan tidak cukup hanya berlatih menjawab pertanyaan HRD. Pelajari terlebih dahulu profil perusahaan, bidang usahanya, kompetitor, hingga visi dan misinya.
Pemahaman tersebut akan membantu pelamar menghubungkan kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan perusahaan sehingga memberikan kesan lebih siap dan profesional saat proses wawancara.
Mencari pekerjaan pertama memang membutuhkan waktu, konsistensi, dan ketekunan. Setiap penolakan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas lamaran sehingga peluang memperoleh pekerjaan yang diinginkan semakin besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Veda Ega Pratama puas jadi tercepat di practice Moto3 Jerman (1'25.848), tetapi targetkan perbaikan. Bangkit dari posisi 23 di FP1. "Setelan motor lebih baik.