B50 Resmi Dirilis, Warga Harap BBM Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
Ilustrasi keluarga - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengungkapkan mayoritas generasi muda di Indonesia masih menempatkan pernikahan dan memiliki anak sebagai tujuan hidup yang ideal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa nilai keluarga tetap kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi generasi saat ini.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan hasil tersebut tidak hanya terlihat di provinsi besar, tetapi juga di wilayah Indonesia bagian timur. Temuan itu juga sejalan dengan hasil survei United Nations Population Fund (UNFPA) yang menunjukkan masyarakat Indonesia masih memiliki keinginan membangun keluarga.
"Mayoritas masyarakat tetap ingin menikah dan memiliki anak, baik di provinsi besar maupun wilayah timur, mayoritas masyarakat tetap memilih menikah. Temuan ini selaras dengan survei UNFPA bahwa masyarakat Indonesia tetap memiliki keinginan membangun keluarga dan memiliki anak," kata Bonivasius dalam taklimat media menuju Hari Kependudukan Sedunia di Jakarta, Rabu.
Fokus Kebijakan Bergeser ke Kualitas Keluarga
Bonivasius menjelaskan, paradigma kebijakan kependudukan kini mengalami perubahan. Pemerintah tidak lagi semata-mata menekankan pembatasan jumlah anak, melainkan mendorong terbentuknya keluarga berkualitas melalui perencanaan yang matang.
Menurutnya, pemerintah tetap menjaga keseimbangan penduduk (population balance) atau sustainable demography, sehingga jumlah penduduk tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.
"Narasi yang dikembangkan bergeser menjadi 'Dua anak lebih sehat', bukan sekadar 'Dua anak cukup'. Memiliki lebih dari dua anak diperbolehkan selama kualitas hidup, pendidikan, dan kesehatan anak tetap terjamin," ucap Bonivasius.
Ia menambahkan, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat ketahanan demografi melalui peningkatan ketahanan keluarga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Tekanan Ekonomi Masih Menjadi Tantangan
Di sisi lain, Bonivasius mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yang memengaruhi keputusan generasi muda untuk membangun keluarga. Salah satunya adalah tekanan ekonomi yang dihadapi rumah tangga, termasuk beban pengasuhan yang masih banyak ditanggung perempuan bekerja.
Sebagai solusi, pemerintah mendorong penyediaan daycare atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di lingkungan kerja agar orang tua, khususnya ibu bekerja, memperoleh dukungan dalam pengasuhan anak.
"Salah satu solusi adalah menyediakan daycare atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di lingkungan kerja. Daycare mampu meningkatkan kualitas pengasuhan, meningkatkan produktivitas pekerja perempuan, serta memberikan ketenangan bagi ibu saat bekerja. Gagasan penyediaan daycare di perusahaan juga telah disampaikan dalam pertemuan Presiden dengan jajaran pemerintah," tuturnya.
Survei UNFPA: Generasi Muda Tetap Memilih Pernikahan
Hasil survei demografi UNFPA di 73 negara juga memperlihatkan bahwa lebih dari dua pertiga responden masih memandang institusi pernikahan sebagai pilihan hidup yang ideal. Temuan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa generasi muda mulai meninggalkan nilai-nilai keluarga.
Meski demikian, generasi muda menetapkan sejumlah syarat sebelum memutuskan menikah dan memiliki anak. Stabilitas finansial serta kondisi kesehatan fisik dan mental menjadi prioritas utama sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun sekitar dua pertiga responden optimistis terhadap masa depan pribadi mereka, kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global, potensi konflik, dan ketimpangan sosial masih cukup tinggi.
Faktor Ekonomi Jadi Hambatan Memiliki Anak
UNFPA mencatat faktor ekonomi menjadi kendala terbesar bagi generasi muda dalam merencanakan kehadiran anak.
Sebanyak 72 persen responden menyebut kondisi ekonomi yang menantang serta keterbatasan akses terhadap perumahan yang layak menjadi hambatan utama yang paling sering menghalangi keputusan untuk memiliki anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Veda Ega Pratama puas jadi tercepat di practice Moto3 Jerman (1'25.848), tetapi targetkan perbaikan. Bangkit dari posisi 23 di FP1. "Setelan motor lebih baik.