Catat, Sertifikat Kompetensi Jadi Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja

Sunartono
Sunartono Rabu, 08 Juli 2026 17:07 WIB
Catat, Sertifikat Kompetensi Jadi Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja

Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman SNI dan mendorong lulusan memiliki sertifikat kompetensi agar siap bersaing di dunia kerja. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Sertifikasi kompetensi kini semakin dipandang sebagai salah satu kunci bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja. Selain penguasaan ilmu akademik, mahasiswa juga didorong memahami standar mutu yang diterapkan industri agar memiliki daya saing lebih tinggi ketika memasuki pasar kerja.

Universitas Islam Indonesia (UII) memperkuat upaya menyiapkan lulusan yang siap menghadapi persaingan kerja global dengan menggandeng Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui program SNI Goes to Campus di Auditorium Gedung Mohammad Natsir, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, dan pelaku industri tersebut dirancang untuk mempersempit kesenjangan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengutamakan kompetensi dan kepatuhan terhadap standar.

Bekal Penting Calon Insinyur dan Arsitek

Dekan FTSP UII, Miftahul Fauziah, menilai kehadiran BSN di lingkungan kampus menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan pemahaman mahasiswa mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, standar mutu bukan sekadar pelengkap pengetahuan akademik, tetapi menjadi fondasi penting dalam menjalankan profesi secara bertanggung jawab.

Ia menjelaskan mahasiswa di bidang teknik dan arsitektur akan berhadapan langsung dengan proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan infrastruktur, perumahan, sistem pengairan, maupun lingkungan binaan. Karena itu, pemahaman mengenai standar mutu perlu ditanamkan sejak awal perkuliahan.

"Kami ingin menanamkan kesadaran [awareness] tersebut sejak dini, bahkan sejak semester awal ketika mereka mulai mengenal pengujian material hingga metode pelaksanaan bangunan. Ini adalah bekal utama bagi mereka untuk tumbuh menjadi engineer [insinyur] dan arsitek yang siap kerja,” ungkapnya dikutip Kamis (8/7/2026).

Dorong Mahasiswa Miliki Sertifikat Kompetensi

Rektor UII, Prof. Hari Purnomo, mengatakan kampus telah menerapkan berbagai standar internasional, termasuk ISO 21001 dan ISO 9001:2015, sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan. Dengan status Akreditasi Unggul, UII kini mengarahkan lulusannya agar memiliki daya saing di tingkat internasional.

Salah satu strategi yang ditempuh ialah mendorong setiap mahasiswa memiliki sertifikat kompetensi sebelum menyelesaikan studi.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang dibutuhkan lulusan untuk memasuki dunia kerja, sehingga kerja sama dengan BSN dinilai penting agar proses pembelajaran tetap selaras dengan kebutuhan industri. Sinergi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman standar yang kuat. Jika lulusan saat ini keluar tanpa mengantongi kompetensi, mereka akan sulit bersaing.

"Oleh karena itu, kami telah menginstruksikan agar setiap mahasiswa yang lulus setidaknya memiliki sertifikasi kompetensi. Kolaborasi dengan lembaga standarisasi seperti BSN menjadi kunci agar lulusan kita mampu bersaing secara global,” tegas Prof. Hari.

Program SNI Goes to Campus mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa. Lebih dari 190 peserta mengikuti kegiatan yang menghadirkan akademisi, regulator, dan pelaku industri tersebut.

Selama ini materi mengenai SNI dan metode pengujian standar telah diperkenalkan di sejumlah mata kuliah. Ke depan, UII berencana mengintegrasikan materi standarisasi dalam mata kuliah tersendiri agar pembahasannya lebih komprehensif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online