MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Ini Alasannya
MK tak menerima gugatan terkait syarat pendidikan Gibran karena pemohon dinilai tak memiliki kedudukan hukum mengajukan perkara.
Ilustrasi obesitas./Daily Express
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi) Prof. Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan penyakit serius yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Menurut Dante, persepsi masyarakat yang selama ini menganggap obesitas hanya berkaitan dengan bentuk tubuh perlu diluruskan. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan risiko penyakit kronis.
“Obesitas bukan lagi soal berat badan atau bentuk tubuh yang bikin kita malu, tetapi merupakan penyakit karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bahkan kanker,” ujarnya dalam temu media Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, Sabtu (4/7/2026)
Dante menjelaskan, faktor genetik turut berperan besar dalam kondisi obesitas. Mengacu pada Human Genome Project, terdapat pola gen tertentu yang membuat sebagian orang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.
Fenomena ini, lanjut dia, menjelaskan mengapa ada individu yang merasa tetap mengalami kenaikan berat badan meski telah menjaga pola makan.
“Ada orang yang merasa sudah menjaga makan tapi tetap gemuk. Itu bisa terjadi karena adanya gen obesitas,” jelasnya.
Perlu Penanganan Komprehensif
Dante menegaskan bahwa obesitas membutuhkan penanganan yang menyeluruh, mulai dari perubahan gaya hidup hingga intervensi medis jika diperlukan.
Perbaikan pola makan, menurutnya, dapat menurunkan berat badan sekitar 5 persen. Jika dikombinasikan dengan olahraga dan gaya hidup sehat, penurunan berat badan bisa mencapai 5 hingga 10 persen.
Sementara itu, intervensi medis seperti operasi dapat memberikan hasil lebih signifikan dengan penurunan berat badan hingga 25—30 persen.
Di antara berbagai metode tersebut, penggunaan obat penurun berat badan juga memiliki peran penting. Dengan terapi obat tertentu, penurunan berat badan dapat mencapai sekitar 20 persen melalui mekanisme perubahan respons gen dalam tubuh.
“Obat bekerja melalui proses epigenetik yang memengaruhi ekspresi gen, sehingga membantu mengontrol berat badan,” ujarnya.
Dante menambahkan, obat resep dokter seperti tirzepatide bekerja dengan memengaruhi hormon incretin di usus, yaitu GIP dan GLP-1. Mekanisme ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki profil lipid dan kadar gula darah.
Dengan berbagai risiko yang menyertainya, Dante menegaskan bahwa obesitas harus dipandang sebagai penyakit yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
“Karena itulah obesitas adalah penyakit yang harus dikelola dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MK tak menerima gugatan terkait syarat pendidikan Gibran karena pemohon dinilai tak memiliki kedudukan hukum mengajukan perkara.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
WJNC 2026 digelar hari ini di Malioboro dan Titik Nol. Simak rekayasa lalu lintas serta lokasi parkir resmi selama acara.