SAC Hadirkan 150 Lukisan untuk Perdamaian dan Masa Depan

Newswire
Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 23:57 WIB
SAC Hadirkan 150 Lukisan untuk Perdamaian dan Masa Depan

Konferensi pers pameran SBY Art Community yang bertajuk “Art for Peace and a Better Future: Collaboration” di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Antara/ Sinta Ambar\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran lukisan bertajuk Art for Peace and a Better Future: Collaboration untuk merayakan HUT RI ke-81. Pameran ini sekaligus menjadi ruang untuk merespons dinamika global, memperkuat semangat kebersamaan, dan menumbuhkan optimisme terhadap masa depan yang lebih baik.

Ketua Koordinator Pameran SAC 2026 Ediwan Prabowo mengatakan tema perdamaian dan cita-cita mengenai dunia yang lebih baik menjadi fokus utama pameran tersebut.

“Tema perdamaian dan cita cita akan dunia yang lebih baik dipilih sebagai fokus utama untuk merespons dinamika global dan kebutuhan akan solidaritas," ujar Ediwan Prabowo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Ediwan, penyelenggara berharap pameran tersebut tidak berhenti sebagai ajang menampilkan karya seni. Pameran diharapkan dapat menjadi inspirasi sosial, memperkuat semangat kebersamaan, serta menumbuhkan optimisme terhadap masa depan yang lebih baik.

"Hal ini sesuai dengan visi Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono yang ingin senantiasa menyuarakan perdamaian dan dunia yang lebih baik melalui seni terutama seni lukis,” tambah dia.

Pameran Kedua SAC Sejak Berdiri

Pameran tersebut merupakan penyelenggaraan kedua setelah SAC dibentuk oleh Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebanyak 150 karya lukisan dari 27 seniman Indonesia ditampilkan dalam pameran ini. Karya Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadi bagian dari pameran dengan jumlah 52 lukisan.

Wakil Ketua Pameran SAC 2026 Akbar Linggaprana mengatakan pameran kali ini memiliki keunikan tersendiri karena menghadirkan sister city collaboration antara Jakarta dan Berlin.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kehadiran seniman tamu dari Kornfeld Galerie Berlin, yakni Christopher Lehmpfuhl.

Seni sebagai Ruang Pertemuan

Pameran ini menggambarkan seni bukan hanya sebagai aktivitas estetis, tetapi juga sebagai tindakan etis. Setiap sapuan kuas, percakapan, dan perjumpaan membuka kemungkinan baru bagi hubungan antarmanusia.

Christopher Lehmpfuhl turut menghadirkan rekaman secara visual mengenai keragaman lanskap Indonesia melalui karya yang ditampilkannya dalam pameran SAC 2026.

Kehadiran seniman Indonesia dan seniman tamu dari Berlin tersebut menjadi bagian dari konsep kolaborasi yang diusung SAC melalui tema “Art for Peace and a Better Future: Collaboration”.

Daftar Seniman yang Terlibat

Selain Christopher Lehmpfuhl, pameran SAC 2026 melibatkan seluruh anggota SBY Art Community. Para seniman yang terlibat yakni:

Agung Fitriana, Agus TBR, Akbar Linggaprana, Bambang Sugiarto, Catur Nugroho, Cia Syamsiar, Flavia Giulietta, Guntur Wibowo, I Gede Arya Sucitra, Imam Bawon, Koelo Maryam, La Ode Umar Arsuria, Masdibyo, Naufal Abshar, Ricki Roganda Sitepu, Rizky Romansyah, Susilo Bambang Yudhoyono, Tjokorda Bagus Wiratmaja, Tony Siswoyo, Willy Himawan, dan Zusfa Roihan.

Pameran tersebut juga melibatkan para seniman cilik, yakni Jaden Anders (Tangerang Selatan), Navya Adiba Zahra (Malang), I Gusti Ayu Mirah Djelantik (Bali), Darka Astatanu Hasmanto (Yogyakarta), dan Garnetta Joy Pasalli (Bandung).

Melalui karya-karya tersebut, SAC membawa tema perdamaian, solidaritas, kebersamaan, dan cita-cita tentang dunia yang lebih baik dalam perayaan HUT RI ke-81.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online