32 Kasus Ekspor Emas Ilegal Senilai Rp846 M Digagalkan Bea Cukai
Bea Cukai menggagalkan 32 kasus ekspor emas ilegal senilai Rp846,94 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.
Poster Film Solata/rri.co.id
Harianjogja.com, MAKASSAR—Film layar lebar Indonesia berjudul Solata (Teman adalah Keluarga yang Kita Pilih) kembali membawa cerita Indonesia ke panggung internasional. Film karya sutradara Ichwan Persada tersebut dijadwalkan tayang dalam Festival Film Anak dan Remaja Yordania di Amman pada 14-20 Agustus 2026.
Film Solata mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Yordania. Film tersebut dijadwalkan diputar pada Selasa (18/8) waktu setempat.
Ichwan Persada mengatakan kesempatan mengikuti festival di Yordania menjadi bagian dari perjalanan internasional film yang sebelumnya telah diputar di sejumlah negara Eropa Timur dan memperoleh penghargaan internasional.
"Film Solata ini telah diputar di beberapa negara Eropa Timur dan telah memperoleh penghargaan internasional juga kembali hadir dan mengikuti festival film di Yordania," ujar Ichwan dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Makassar, Selasa (18/8/2026).
Didukung KBRI dan UNICEF
Festival Film Anak dan Remaja Yordania tahun ini berlangsung untuk kelima kalinya. Ajang tersebut juga mendapat dukungan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Keikutsertaan Solata dalam festival tersebut menjadi pengalaman internasional ketiga bagi film yang dirilis pada November 2025 itu. Sebelumnya, film tersebut mengikuti dua festival di Bulgaria.
Salah satunya ialah Golden FEMI Film Festival pada Juni 2026. Dari festival tersebut, Solata mendapatkan penghargaan spesial untuk kontribusi budaya dan kemanusiaan.
Kisah Guru Sukarelawan di Tana Toraja
Solata mengangkat realitas pendidikan di Indonesia melalui kisah Angkasa, seorang guru sukarelawan asal Jakarta yang mengajar di wilayah pegunungan Ollon, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Angkasa mendapati program kelas jarak jauh tidak berjalan dengan baik. Dalam perjalanan mengajarnya, ia bertemu dengan enam orang murid yang memiliki nama mirip dengan presiden Indonesia, yaitu Karno, Harto, Wahid, Bambang, Mega dan Habibie.
Film ini mengangkat realitas pendidikan dan nasionalisme. Judul Solata sendiri memiliki arti dalam bahasa Toraja, yakni “Teman sebagai keluarga yang kita pilih”.
Box Office Tak Sesuai Harapan, tetapi Berkeliling Dunia
Ichwan mengaku sempat berkecil hati karena perolehan box office Solata tidak sebesar yang diharapkan. Namun, perjalanan film tersebut ke berbagai festival internasional justru menjadi pengalaman berbeda bagi tim produksi.
"Tapi, ternyata Tuhan kasih anugerah yang lain. Film sederhana kami bisa bertualang ke negeri-negeri yang jauh dan tak terbayangkan, melintasi batas budaya dan bahasa yang berbeda," ucap dia.
Setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan internasional di Eropa Timur, film Solata kembali ke Indonesia dengan membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan cerita Indonesia kepada publik dunia.
"Film Solata kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan internasional di Eropa Timur. Film ini membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan cerita Indonesia kepada publik dunia," kata Sutradara sekaligus produser Ichwan Persada.
Perjalanan film tersebut belum berhenti. Saat ini, tim produksi tengah merancang tur film Solata bagian kedua ke sejumlah negara di Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bea Cukai menggagalkan 32 kasus ekspor emas ilegal senilai Rp846,94 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.