Tak Hanya Daging, Sayuran Ini Bisa Picu Asam Urat

Jumali
Jumali Sabtu, 15 Agustus 2026 20:47 WIB
Tak Hanya Daging, Sayuran Ini Bisa Picu Asam Urat

Ilustrasi./Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit asam urat atau gout terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada persendian yang dapat memicu nyeri, kemerahan, pembengkakan, hingga gangguan pergerakan.

Kondisi ini berkaitan dengan tingginya kadar purin dalam tubuh. Purin merupakan senyawa alami yang ditemukan pada berbagai jenis makanan dan akan diubah menjadi asam urat saat diproses oleh tubuh.

Selama ini sumber purin tinggi lebih sering dikaitkan dengan makanan hewani seperti jeroan, daging merah, dan makanan laut. Namun, sejumlah sayuran juga diketahui memiliki kandungan purin yang relatif tinggi sehingga perlu diperhatikan porsinya oleh penderita asam urat.

Berikut beberapa jenis sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

1. Bayam

Bayam dikenal sebagai sumber zat besi, folat, vitamin A, dan antioksidan yang baik bagi kesehatan.

Meski demikian, bayam juga mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi dibandingkan banyak sayuran lainnya. Dalam 100 gram bayam terdapat sekitar 57 miligram purin.

Bagi penderita asam urat, konsumsi bayam dalam jumlah besar dan terlalu sering dapat meningkatkan risiko kekambuhan, terutama saat kadar asam urat sedang tinggi.

2. Kembang Kol

Kembang kol menjadi salah satu sayuran yang populer dalam pola makan rendah karbohidrat.

Di balik manfaatnya, kembang kol termasuk sayuran dengan kandungan purin sedang hingga tinggi. Karena itu, penderita asam urat disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.

3. Asparagus

Asparagus kaya vitamin, mineral, dan serat sehingga sering dianggap sebagai sayuran premium dengan berbagai manfaat kesehatan.

Namun, asparagus juga mengandung purin yang cukup tinggi. Saat sedang mengalami serangan asam urat atau nyeri sendi akibat gout, konsumsi asparagus sebaiknya dibatasi sementara.

4. Jamur

Berbagai jenis jamur seperti jamur tiram, jamur kuping, maupun jamur kancing diketahui mengandung purin dalam jumlah yang perlu diperhatikan.

Konsumsi jamur secara berlebihan berpotensi meningkatkan pembentukan asam urat pada sebagian orang yang sensitif terhadap asupan purin tinggi.

5. Daun Singkong

Daun singkong merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Meski kaya serat dan nutrisi, daun singkong juga mengandung purin yang relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah sayuran tropis lainnya. Oleh karena itu, penderita asam urat disarankan mengatur porsinya agar tidak memicu kenaikan kadar asam urat.

6. Buncis dan Kacang Polong

Kelompok polong-polongan seperti buncis dan kacang polong mengandung protein nabati, vitamin, serta serat yang baik untuk tubuh.

Namun, kedua jenis sayuran ini juga memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Risiko dapat meningkat apabila dikombinasikan dengan makanan lain yang juga kaya purin dalam satu waktu makan.

Benarkah Sayuran Tinggi Purin Berbahaya?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa purin yang berasal dari sayuran umumnya tidak meningkatkan risiko asam urat sebesar purin yang berasal dari sumber hewani seperti jeroan, daging merah, atau seafood.

Karena itu, sebagian besar ahli gizi tidak menyarankan penderita asam urat menghindari sayuran tersebut sepenuhnya. Yang lebih penting adalah menjaga porsi konsumsi dan pola makan secara keseluruhan.

Tips Mengontrol Asam Urat

Untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Perbanyak minum air putih setiap hari.
  • Batasi konsumsi jeroan, daging merah, dan seafood.
  • Kurangi minuman manis tinggi fruktosa.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga sesuai kemampuan.
  • Konsumsi sayuran tinggi purin dalam jumlah wajar.
  • Lakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala jika memiliki riwayat gout.

Pada akhirnya, penderita asam urat tidak harus menghindari seluruh sayuran tinggi purin. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan pola makan, memperhatikan porsi konsumsi, dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik agar ginjal dapat membantu membuang kelebihan asam urat secara optimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online