Oasis Salip The Beatles, Album Ini Terlaris Sepanjang Masa di Inggris

Jumali
Jumali Kamis, 23 Juli 2026 15:27 WIB
Oasis Salip The Beatles, Album Ini Terlaris Sepanjang Masa di Inggris

Instagram: Oasis

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah pencapaian monumental baru saja ditorehkan oleh grup rock alternatif asal Inggris, Oasis, yang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon musik terbesar di dunia.

Album legendaris mereka yang berjudul (What's the Story) Morning Glory? resmi dinobatkan sebagai album studio terlaris sepanjang masa di Inggris, menggeser rekor yang sebelumnya dipegang oleh album klasik The Beatles, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa musik Britpop era 90-an masih memiliki tempat istimewa di hati para pecinta musik, bahkan setelah tiga dekade berlalu. Bagi para penggemar Oasis, kabar ini tentu menjadi momen kebanggaan tersendiri, mengingat persaingan dengan The Beatles selama ini selalu menjadi perdebatan hangat di kalangan pencinta musik.

Music News melaporkan, kesuksesan album yang dirilis pada Oktober 1995 ini tidak terlepas dari meningkatnya popularitas Oasis dalam beberapa pekan terakhir. Duo bersaudara Liam dan Noel Gallagher menikmati lonjakan penjualan yang signifikan setelah lagu hit dan ikonik mereka, Wonderwall, kembali mencuri perhatian publik.

Lagu tersebut bahkan berhasil menempati peringkat kedua di UK Singles Chart setelah diadopsi sebagai lagu kebangsaan tidak resmi bagi perjalanan tim nasional Inggris di ajang Piala Dunia 2026. Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah karya musik dapat melampaui fungsi hiburan semata dan menjadi bagian dari identitas kolektif sebuah bangsa.

Bagi pecinta sepak bola Indonesia yang mengikuti Piala Dunia, momen ini mungkin menjadi pengingat bahwa kekuatan musik mampu menyatukan semangat jutaan orang di seluruh dunia.

Official Charts Company (OCC) mengungkapkan bahwa album (What's the Story) Morning Glory? telah terjual sebanyak 6,2 juta unit sejak pertama kali dirilis. Lonjakan penjualan juga didorong oleh kesuksesan tur reuni Live 25 yang digelar pada musim panas 2025, yang berhasil membangkitkan nostalgia dan menarik kembali perhatian generasi lama sekaligus generasi baru. Pencapaian ini diumumkan bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-70 OCC, lembaga yang menyusun tangga lagu resmi album dan singel mingguan di Inggris.

Dalam kesempatan tersebut, OCC juga merilis daftar terbaru album terlaris sepanjang masa di Inggris, yang memberikan gambaran jelas tentang posisi para raksasa musik di Negeri Ratu Elizabeth. Secara keseluruhan, posisi teratas daftar masih ditempati oleh dua album kompilasi.

Greatest Hits milik Queen berhasil mempertahankan posisi pertama sebagai album terlaris sepanjang masa di Inggris secara keseluruhan, disusul oleh Gold dari ABBA di peringkat kedua. Sementara itu, (What's the Story) Morning Glory? menempati posisi ketiga dalam daftar keseluruhan, sekaligus menjadi album studio dengan penjualan tertinggi di Inggris.

Posisi keempat dalam daftar tersebut ditempati oleh album 21 milik solois ternama, Adele. Album yang dirilis pada tahun 2011 ini menjadi satu-satunya rilisan pada abad ke-21 yang berhasil menembus 10 besar daftar album terlaris sepanjang masa di Inggris.

Pencapaian Adele ini menunjukkan bahwa di tengah dominasi album-album klasik dari era 70-an hingga 90-an, masih ada ruang bagi karya kontemporer untuk bersaing dan menorehkan prestasi. Dengan pencapaian terbaru ini, album Oasis dan Adele sama-sama berhasil menyalip Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band milik The Beatles, yang sebelumnya masih menyandang predikat album studio terlaris ketika pembaruan data terakhir dilakukan pada tahun 2016.

Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dalam peta penjualan album di Inggris, sekaligus membuktikan bahwa karya-karya klasik tetap mampu bersaing di era streaming dan digital. Kesuksesan Oasis ini juga menjadi pengingat bahwa musik yang berkualitas dan penuh makna akan selalu menemukan tempatnya di hati pendengar, melampaui batasan generasi dan perkembangan teknologi.

Bagi para penggemar musik Tanah Air, kabar ini mungkin menjadi inspirasi bahwa karya-karya besar tidak lekang oleh waktu dan terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Dengan segala kontroversi dan dinamika yang menyertai perjalanan karier Oasis, pencapaian ini menjadi penegasan bahwa mereka pantas disebut sebagai salah satu grup terbesar dalam sejarah musik dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online