Fitur Baru Android 17 Ubah Cara Pakai Smartphone Jadi Lebih Cerdas
Android 17 hadir dengan AI Gemini, fitur otomatis, emoji 3D, dan peningkatan Instagram untuk pengalaman smartphone lebih cerdas.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus kanker pada kelompok usia di bawah 50 tahun terus meningkat secara global dalam tiga dekade terakhir. Di tengah upaya ilmuwan mencari penyebabnya, dua penelitian terbaru mengungkap bahwa pola tidur yang buruk berpotensi menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker usia muda.
Data global menunjukkan jumlah kasus kanker onset dini meningkat hampir 80% dalam kurun 1990 hingga 2019. Kasus yang semula tercatat sebanyak 1,82 juta pada 1990 melonjak menjadi 3,26 juta kasus pada 2019. Pada periode yang sama, angka kematian akibat kanker pada kelompok usia tersebut juga meningkat sekitar 27%.
Temuan terbaru dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2026 di Chicago, Amerika Serikat. Dua studi yang dipimpin peneliti dari MD Anderson Cancer Center di Houston dan Jefferson Health New Jersey menganalisis data kesehatan lebih dari 18 juta orang dewasa berusia 18 hingga 50 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan individu dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami sejumlah jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, kanker payudara, kanker rahim, dan kanker ovarium.
Bahkan, penelitian tersebut menemukan bahwa penderita insomnia berusia di bawah 50 tahun memiliki risiko hingga tiga kali lebih besar didiagnosis kanker dalam kurun lima tahun dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan tidur.
"Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat menjadi faktor risiko yang relevan secara klinis dan berpotensi dimodifikasi dalam stratifikasi risiko kanker onset dini, serta memerlukan penyelidikan lebih lanjut," tulis tim peneliti dalam laporan yang dipresentasikan pada forum tersebut dan dikutip The Guardian.
Kanker Usia Muda Jadi Perhatian Global
Meningkatnya kasus kanker pada usia produktif kini menjadi perhatian komunitas kesehatan internasional. Setiap tahun, lebih dari satu juta orang berusia di bawah 50 tahun meninggal akibat berbagai jenis kanker.
Menanggapi hasil penelitian tersebut, perwakilan organisasi kesehatan Inggris, Bowel Cancer UK, Claire Coughlan, mengatakan peningkatan kasus kanker kolorektal pada usia muda telah menjadi tren yang diamati di berbagai negara.
"Kami belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan kombinasi faktor genetik dan gaya hidup kemungkinan berperan dalam peningkatan kasus tersebut," ujarnya.
Menurut Coughlan, temuan mengenai hubungan antara insomnia dan kanker kolorektal usia muda dapat membantu para peneliti memahami faktor-faktor yang selama ini belum terjelaskan.
Belum Membuktikan Hubungan Sebab Akibat
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini belum membuktikan bahwa gangguan tidur secara langsung menyebabkan kanker.
Direktur The Better Sleep Clinic di Bristol, Inggris, Dr. David Garley, menegaskan bahwa studi tersebut baru menunjukkan adanya hubungan atau korelasi antara kedua kondisi tersebut.
Menurutnya, risiko kanker yang lebih tinggi bisa saja dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang sering muncul bersamaan dengan gangguan tidur.
"Ketika seseorang kurang tidur, biasanya lebih sulit menjalani pola hidup sehat. Konsumsi alkohol dapat meningkat, risiko obesitas bertambah, aktivitas fisik berkurang, dan kebiasaan merokok lebih sulit dikendalikan. Faktor-faktor itulah yang juga diketahui meningkatkan risiko kanker," jelasnya.
Garley menambahkan bahwa tidur memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Jika kualitas tidur terganggu dalam jangka panjang, kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel dan melawan penyakit dapat menurun.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan kemungkinan bahwa kanker yang masih berada pada tahap awal justru dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang sebelum terdeteksi secara medis.
Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat
Para peneliti menilai diperlukan studi jangka panjang yang lebih mendalam untuk memastikan hubungan antara gangguan tidur dan kanker usia muda.
Sementara penelitian terus berlangsung, para ahli tetap merekomendasikan langkah pencegahan yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan secara umum, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, serta menerapkan pola tidur yang teratur dan berkualitas.
Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan bagian penting dari sistem biologis yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Android 17 hadir dengan AI Gemini, fitur otomatis, emoji 3D, dan peningkatan Instagram untuk pengalaman smartphone lebih cerdas.
Threads kini punya fitur stiker musik dari Meta, memungkinkan pengguna berbagi lagu langsung di postingan untuk saingi TikTok.
Libur panjang dongkrak wisata Bantul, 17 ribu wisatawan datang dan PAD tembus Rp350 juta dari sektor retribusi wisata.
Ledakan gudang bahan peledak di Shan, Myanmar, menewaskan 55 orang dan melukai lebih dari 70 warga. Lebih dari 100 rumah rusak.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Italia 2026 di Mugello dan mengaku menghadapi tekanan besar dari publik tuan rumah.
Dukcapil Bantul menggandeng gereja untuk mempercepat penerbitan akta perkawinan, KK, dan KTP baru bagi pengantin non-muslim pada hari pernikahan.