eSafety Ungkap Platform Ini yang Rawan Pemerasan Seksual
Laporan eSafety Australia mengungkap Instagram, WhatsApp, iMessage, dan Snapchat paling sering dikaitkan dengan kasus sextortion. Ribuan korban dilaporkan menga
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA – Kebiasaan minum kopi ternyata tidak hanya memberikan efek menyegarkan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh, khususnya mikrobioma usus.
Hal ini terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications yang meneliti hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mikroorganisme dalam tubuh.
Penelitian tersebut melibatkan 62 peserta, baik peminum kopi rutin maupun non-peminum kopi. Para peneliti menganalisis sampel darah dan feses untuk melihat perubahan komposisi bakteri usus serta senyawa kimia dalam tubuh.
Dalam tahap awal, sebagian peserta diminta menjalani fase “washout” dengan menghentikan konsumsi kopi, cokelat hitam, dan sumber kafein lainnya selama dua minggu. Setelah itu, mereka kembali mengonsumsi empat cangkir kopi per hari, baik kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein (decaf), selama tiga minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi memiliki pengaruh signifikan terhadap komposisi mikrobioma usus.
Peminum kopi diketahui memiliki kadar lebih tinggi beberapa bakteri yang dianggap bermanfaat, seperti Cryptobacterium curtum, Eggertella sp, dan kelompok Firmicutes.
Bakteri tersebut diduga berperan dalam menjaga kesehatan mulut serta mendukung keseimbangan metabolisme dan suasana hati.
Selain itu, peneliti juga menemukan peningkatan senyawa antiinflamasi seperti sitokin IL-10 dan asam fenolat pada peminum kopi, yang berperan dalam menurunkan peradangan dalam tubuh.
Dari sisi kesehatan mental, penelitian ini mencatat bahwa peminum kopi, baik berkafein maupun decaf, mengalami penurunan tingkat stres dan gejala depresi.
Pada kelompok peminum kopi berkafein, efek tambahan berupa penurunan kecemasan dan peningkatan fokus juga ditemukan.
Hal ini menunjukkan bahwa kopi tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga berkontribusi terhadap keseimbangan emosional.
Menariknya, efek kopi berbeda tergantung jenisnya. Kopi decaf lebih dikaitkan dengan peningkatan kemampuan belajar dan memori, sementara kopi berkafein lebih efektif dalam meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Artinya, manfaat kopi dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas harian.
Penelitian juga menegaskan bahwa kedua jenis kopi tersebut sama-sama membantu menurunkan peradangan tubuh yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Senyawa asam fenolat dalam kopi disebut berperan penting dalam mendukung kesehatan jantung, sensitivitas insulin, dan metabolisme lemak.
Peneliti utama dari APC Microbiome Ireland di University College Cork, John Cryan, menyebut kopi sebagai faktor diet kompleks yang memengaruhi banyak aspek kesehatan.
“Kopi lebih dari sekadar kafein, ia adalah faktor diet kompleks yang berinteraksi dengan mikroba usus, metabolisme, dan kesejahteraan emosional kita,” ujarnya dikutip dari Real Simple.
Ia menambahkan bahwa baik kopi berkafein maupun decaf memiliki efek berbeda namun saling melengkapi terhadap kesehatan tubuh.
Dengan temuan ini, konsumsi kopi harian dinilai tetap dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, selama tidak berlebihan.
Namun, peneliti mengingatkan agar konsumsi gula dan krimer tetap dibatasi karena dapat mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan eSafety Australia mengungkap Instagram, WhatsApp, iMessage, dan Snapchat paling sering dikaitkan dengan kasus sextortion. Ribuan korban dilaporkan menga
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.
Kemnaker membuka pendaftaran Program MagangHub Angkatan II Batch I mulai 16 Juli 2026. Registrasi mitra penyelenggara ditutup 15 Juli.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
Gogoh Iwak Ceria 2026 di Dadap Sumilir, Kulonprogo, mengajak anak menjauh dari gawai melalui permainan menangkap ikan di alam terbuka.