Pascagempa NTT, 32 Titik Longsor Jalan Nasional Ditangani
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Psikolog klinis Kasandra Putranto mengungkap sejumlah tanda seseorang mengalami burnout akibat tekanan pekerjaan yang berkepanjangan.
Burnout sendiri merupakan kondisi kelelahan secara emosional, fisik, dan mental akibat stres kronis di tempat kerja. Kondisi ini kerap tidak disadari, terutama oleh pekerja yang terbiasa produktif.
Menurut Kasandra, ciri burnout dapat dilihat dari tiga aspek utama, yakni fisik, psikologis, dan perilaku kerja.
Dari sisi fisik, burnout ditandai dengan kelelahan berkepanjangan, gangguan tidur, hingga tubuh yang mudah terserang penyakit.
Sementara dari sisi psikologis, gejala yang muncul antara lain kehilangan motivasi, merasa tidak dihargai, hingga mudah marah. Bahkan dalam banyak kasus, muncul kelelahan emosional yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat.
“Burnout fisik (ditandai) kelelahan menerus, gangguan tidur, mudah sakit. Dari sisi psikologis kehilangan motivasi, merasa tidak dihargai, mudah marah, sedangkan secara perilaku kerja mengalami penurunan produktivitas,” ujar Kasandra.
Tak hanya itu, pekerja juga bisa mengalami perasaan datar, kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya menyenangkan, mudah gelisah, sulit fokus, hingga overthinking terutama terkait pekerjaan.
Menariknya, kondisi ini sering disertai dorongan untuk terus bekerja meski tubuh sudah lelah karena merasa tidak enak berhenti atau takut tertinggal.
Dari sisi perilaku kerja, burnout dapat terlihat dari menurunnya produktivitas, munculnya sikap sinis terhadap pekerjaan, hingga meningkatnya frekuensi absen.
Kasandra menilai kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental maupun kinerja individu.
Bisa Pulih dengan Penanganan Tepat
Meski demikian, burnout bukan kondisi permanen dan masih dapat dipulihkan dengan penanganan yang tepat. Salah satunya melalui layanan kesehatan mental seperti konseling psikologis hingga Cognitive Behavioral Therapy (CBT).
“Burnout sindrom yang dapat dipulihkan melalui intervensi yang tepat,” jelasnya.
Proses pemulihan bergantung pada tingkat keparahan, dukungan lingkungan, serta keterlibatan individu dalam menjalani terapi.
Kasandra menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat membantu pemulihan, antara lain:
Selain itu, penting bagi pekerja untuk tetap menjalankan aktivitas non-produktif yang menyenangkan seperti bersosialisasi atau menjalani hobi tanpa tekanan target.
“Produktivitas tetap penting, tetapi tanpa pemulihan dan keseimbangan, kinerja justru akan menurun dan biaya psikologisnya jauh lebih besar dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
Vietnam vs Malaysia bertemu di semifinal leg kedua Piala AFF 2026 malam ini pukul 20.00 WIB. Simak jadwal dan link live streaming.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Garuda Indonesia menguji konektivitas internet cepat di pesawat hingga video call. Implementasi bertahap diproyeksikan mulai 2027.
INNSiDE by Meliá Yogyakarta mempererat hubungan dan sinergi dengan pelaku industri pariwisata melalui Travel Agent Gathering yang digelar Selasa (18/8/2026)
Harga pangan hari ini mencatat cabai rawit merah Rp67.350 per kg. Simak harga beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng.