PS5 Pro vs PC Gaming: Mana yang Lebih Hemat untuk Gamer?
Biaya rakit PC gaming setara PS5 Pro diperkirakan Rp25 juta. Simak rincian komponen, alternatif lebih hemat, dan perbandingannya dengan konsol.
Ilustrasi cuaca panas./ Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Liburan panjang di tengah cuaca panas ekstrem membutuhkan persiapan ekstra. Salah strategi sedikit saja, perjalanan yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi pengalaman melelahkan dan berisiko bagi kesehatan.
Dengan strategi yang tepat, perjalanan tetap bisa berjalan nyaman tanpa mengganggu kesehatan tubuh. Berikut sejumlah tips agar aktivitas wisata tetap aman di tengah teriknya matahari.
1. Mulai Aktivitas Lebih Pagi
Suhu udara biasanya mulai meningkat drastis menjelang siang dan mencapai kondisi paling panas pada sore hari. Karena itu, wisatawan disarankan memulai agenda perjalanan lebih pagi agar aktivitas luar ruang selesai sebelum cuaca terlalu terik.
Strategi ini membantu tubuh menghindari paparan panas ekstrem sekaligus membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
2. Gunakan Pakaian yang Menyerap Keringat
Pilih pakaian longgar dengan bahan ringan seperti katun atau linen agar tubuh lebih mudah melepaskan panas. Selain itu, penggunaan sunscreen penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.
Membawa kipas angin genggam juga bisa menjadi solusi praktis untuk membantu tubuh tetap sejuk saat berada di area terbuka.
3. Dinginkan Tubuh Secara Berkala
Saat cuaca sangat panas, jangan hanya mengandalkan minum air putih. Membasuh wajah, tangan, atau lengan dengan air dingin dapat membantu menurunkan suhu tubuh lebih cepat.
Jika memungkinkan, mandi air dingin setelah beraktivitas seharian juga membantu tubuh kembali segar dan mengurangi rasa lelah akibat suhu tinggi.
4. Manfaatkan Tempat Ber-AC
Waktu paling panas biasanya terjadi pada pukul 12.00 hingga 15.00. Pada jam tersebut, wisatawan disarankan beristirahat di ruangan berpendingin udara seperti museum, pusat perbelanjaan, galeri seni, kafe, atau restoran.
Selain membantu tubuh beristirahat, strategi ini juga membuat agenda wisata terasa lebih seimbang antara aktivitas luar ruang dan indoor.
5. Perbanyak Minum Sebelum Haus
Cuaca panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Karena itu, jangan menunggu haus untuk mulai minum.
Asupan cairan disarankan meningkat hingga sekitar dua sampai tiga liter per hari, terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan. Membawa botol minum pribadi dengan isolasi termal juga membantu menjaga suhu air tetap dingin lebih lama.
6. Pilih Makanan Segar dan Berair
Makanan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, anggur, salad, dan sayuran segar membantu tubuh tetap terhidrasi.
Sebaliknya, makanan terlalu berat dan berminyak sebaiknya dikurangi karena dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lelah saat cuaca panas.
7. Siapkan Asuransi Perjalanan
Risiko kesehatan akibat suhu ekstrem bisa datang kapan saja selama perjalanan. Memiliki asuransi perjalanan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi biaya pengobatan darurat akibat dehidrasi atau heatstroke.
Perlindungan tersebut dinilai penting terutama bagi wisatawan yang bepergian ke negara atau wilayah yang sedang mengalami gelombang panas berkepanjangan.
Dengan persiapan yang tepat, traveling saat cuaca panas tetap bisa berjalan aman dan nyaman. Wisatawan disarankan tidak memaksakan diri saat tubuh mulai lel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya rakit PC gaming setara PS5 Pro diperkirakan Rp25 juta. Simak rincian komponen, alternatif lebih hemat, dan perbandingannya dengan konsol.
Bea Cukai mencatat 127 penindakan ekspor emas ilegal senilai Rp1,02 triliun. Bersama Polri dan ESDM, pemerintah memburu korporasi di balik jaringan tersebut.
Prabowo memanggil Yusril ke Istana untuk membahas kajian DEN soal definisi korupsi dan wacana pembaruan UU Pemberantasan Tipikor.
Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Sulsel terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan TPPU
DPRD Kota Yogyakarta mengawal aspirasi warga soal perlindungan becak dan andong serta pengembangan wisata Kali Winongo dalam Raperda Ripparda.
Kota Jogja mengolah 209,97 ton sampah per hari menjadi bahan baku, kompos, produk daur ulang, hingga sumber energi.