Kebiasaan Manis Berlebihan Bisa Ganggu Kinerja Otak
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa ganggu otak dan picu masalah mental, ini penjelasannya.
Ilustrasi gambar saluran pernapasan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan bernapas melalui mulut yang sering dianggap sepele ternyata dapat berdampak pada kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat sistem perlindungan alami tubuh tidak bekerja optimal saat udara masuk ke paru-paru.
Dikutip dari Times of India, Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Samhita Ullod, Jumat (17/4/2026) menjelaskan bahwa hidung memiliki peran penting sebagai penyaring sekaligus pengatur udara sebelum masuk ke sistem pernapasan.
Peran Hidung yang Sering Diabaikan
Hidung berfungsi menghangatkan dan melembapkan udara, sekaligus menyaring debu serta mikroba. Proses ini membantu mencegah partikel berbahaya masuk ke saluran pernapasan.
Namun, ketika seseorang terbiasa bernapas melalui mulut, seluruh mekanisme tersebut dilewati. Akibatnya, udara yang masuk menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih.
Dampak pada Saluran Pernapasan
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas dan membuat sistem pernapasan bekerja lebih berat.
Selain itu, bernapas melalui mulut juga dinilai kurang efisien dalam pertukaran oksigen. Tubuh harus bekerja lebih keras, tetapi tidak mendapatkan manfaat optimal dari oksigen yang masuk.
Dampaknya bisa berupa kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pernapasan secara bertahap.
Tanda Awal yang Sering Terjadi
Beberapa tanda awal kebiasaan ini antara lain bibir kering saat bangun tidur atau sering terbangun di malam hari karena merasa haus.
Pola pernapasan yang tidak tepat juga berkaitan dengan kualitas tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan tidur terganggu dan berdampak pada tingkat energi di siang hari.
“Ini terkait dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi apnea tidur,” kata Ullod.
Dampak Lebih Besar pada Anak
Pada anak-anak, kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang bisa memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi.
Selain itu, risiko masalah gusi serta infeksi tenggorokan juga meningkat jika kebiasaan ini tidak ditangani sejak dini.
Cara Mengurangi Kebiasaan Ini
Untuk mengatasi kebiasaan tersebut, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memastikan saluran hidung tidak tersumbat.
Latihan pernapasan juga dapat membantu tubuh kembali terbiasa bernapas melalui hidung. Aktivitas fisik secara rutin turut berperan dalam meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi pernapasan.
Dengan memahami dampaknya, kebiasaan sederhana seperti cara bernapas menjadi hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Times of India
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa ganggu otak dan picu masalah mental, ini penjelasannya.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.