Cidro Asmoro Tayang 8 Oktober di Bioskop, Dibintangi Ndarboy hingga Jodilee Warwick
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Foto ilustrasi sakit perut. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menyebut penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat sembuh apabila penderita mengurangi faktor risiko penyebabnya serta menjalani pengobatan hingga tuntas.
“Obatinya tadi menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup, kalau dia merokok stop merokok, kalau dia (minum) alkohol juga stop, berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak, jadi ini memang mesti diturunkan,” kata Ari dalam diskusi kesehatan tentang GERD bersama Primaya Hospital di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan perubahan gaya hidup dengan pola makan yang sehat dapat membantu mengurangi tingkat keparahan GERD. Selain itu, olahraga teratur, menurunkan berat badan agar tidak mengalami obesitas, tidur cukup, serta mengelola stres juga menjadi faktor penting dalam pengendalian penyakit tersebut.
Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, mayoritas penderita GERD adalah pria berusia di atas 40 tahun yang memiliki kebiasaan merokok dan mengalami obesitas.
Namun, Ari mengungkapkan bahwa saat ini kasus GERD juga mulai banyak ditemukan pada anak-anak. Kondisi ini dipicu oleh pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi keju dan cokelat sejak usia dini, serta kebiasaan tidur setelah makan.
“Makan cokelat keju yang berlebihan sejak kecil, kemudian juga kebiasaan makan langsung tidur. Dan sekarang cenderung anak-anak ini juga kurang bergerak karena gadget, kurangin gadget jadi artinya mereka harus sering di playground,” katanya.
Untuk memastikan diagnosis GERD, dokter biasanya melakukan pemeriksaan endoskopi guna melihat tingkat keparahan luka pada saluran pencernaan serta kondisi katup lambung yang berfungsi menahan naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Menurut Ari, pemeriksaan tersebut penting dilakukan jika pasien mengalami gejala seperti nyeri dada, nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, hingga muntah berulang.
Selain membantu memastikan diagnosis GERD, endoskopi juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan munculnya kanker pada saluran pencernaan akibat luka yang tidak tertangani dengan baik.
Dalam proses pengobatan, pasien juga dapat diberikan obat penekan asam lambung yang harus dikonsumsi hingga terapi selesai. Saat ini, terdapat obat generasi baru dari golongan P-CAB seperti Vonoprazan, Tegoprazan, dan Fexuprazan yang dinilai memberikan harapan baru bagi penderita GERD, terutama yang berkaitan dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori.
“Sekarang ini sudah eranya P-CAB. Jadi melihat bahwa memang akhirnya karena kita 20 persen pasien-pasien yang diobatin dengan obat yang sebelumnya itu gagal, jadi ini menjadi harapan buat penderita GERD ada obat baru,” kata Ari.
Ia menambahkan, gejala GERD juga dapat dikurangi dengan menerapkan pola makan teratur, menjaga asupan protein, serta menerapkan pola puasa intermiten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.