Peta Persaingan Ketum PBNU 2026-2031: Ada Gus Yahya hingga Gus Rozin
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
Foto ilustrasi mi, sumber karbohidrat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi mi instan berlebih dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari hipertensi hingga gangguan pencernaan, sehingga ahli gizi menyarankan pembatasan konsumsi maksimal satu bulan sekali sebagai makanan rekreasi. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah risiko penyakit akibat tingginya kandungan natrium dan lemak dalam mi instan.
Ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah, menegaskan mi instan tetap aman dikonsumsi selama masyarakat memahami batas porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai kondisi tubuh masing-masing.
“Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata Diah kepada ANTARA, Senin (2/2/2026).
Menurut Diah, mi instan digemari karena mudah diperoleh, harganya terjangkau, serta praktis dalam penyajian. Pada musim hujan, mi instan rebus kerap menjadi pilihan karena dianggap menghangatkan tubuh dengan rasa gurih yang disukai banyak orang.
Namun, ia mengingatkan kandungan natrium dan energi dari lemak dalam mi instan perlu menjadi perhatian, khususnya bagi penderita darah tinggi, penyakit pembuluh darah, serta obesitas.
Diah menjelaskan mi instan kuah umumnya memiliki kandungan natrium lebih dari 1.000 miligram per bungkus, bahkan dapat mencapai 1.100 miligram per saji. Angka tersebut setara hampir 75 persen kebutuhan natrium harian orang dewasa sehingga konsumsi perlu dikendalikan dengan bijak.
“Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1000-1100 milligram per saji,” jelasnya.
Ia menyarankan agar mi instan tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama saat musim hujan, tanpa diimbangi asupan makanan sehat lain. Konsumsi mi instan berlebih berisiko menimbulkan penyakit degeneratif, seperti kerusakan pembuluh darah, hipertensi yang berujung gangguan fungsi ginjal, serta gangguan saluran cerna berupa iritasi lambung dan usus.
Pada remaja, kebiasaan mengonsumsi mi instan setiap minggu juga dapat meningkatkan risiko hemoroid atau ambeien hingga kanker usus. Selain itu, obesitas dapat muncul apabila mi instan dikonsumsi secara berlebihan tanpa pengaturan pola makan yang seimbang, sehingga edukasi pembatasan konsumsi mi instan berlebih perlu terus digencarkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
Aida S. Budiman resmi disetujui menjadi Deputi Gubernur Senior BI 2026–2031. Simak profil, karier, pendidikan, dan tugasnya.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Kota Jogja meraih 11 Warisan Budaya Takbenda DIY Tahun Penetapan 2025, menjadi perolehan terbanyak dibandingkan wilayah lain.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.