Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Foto ilustrasi mi, sumber karbohidrat. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi mi instan berlebih dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari hipertensi hingga gangguan pencernaan, sehingga ahli gizi menyarankan pembatasan konsumsi maksimal satu bulan sekali sebagai makanan rekreasi. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah risiko penyakit akibat tingginya kandungan natrium dan lemak dalam mi instan.
Ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah, menegaskan mi instan tetap aman dikonsumsi selama masyarakat memahami batas porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai kondisi tubuh masing-masing.
“Mi instan merupakan jenis makanan yang aman dikonsumsi jika kita paham bagaimana batasan porsi dan cara pengolahan yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh kita. Mi instan pada umumnya cenderung tinggi natrium, dan lemak, serta energi. Misal dikonsumsi hanya pada saat tanggal lahir kita sehingga 1 bulan 1 kali saja,” kata Diah kepada ANTARA, Senin (2/2/2026).
Menurut Diah, mi instan digemari karena mudah diperoleh, harganya terjangkau, serta praktis dalam penyajian. Pada musim hujan, mi instan rebus kerap menjadi pilihan karena dianggap menghangatkan tubuh dengan rasa gurih yang disukai banyak orang.
Namun, ia mengingatkan kandungan natrium dan energi dari lemak dalam mi instan perlu menjadi perhatian, khususnya bagi penderita darah tinggi, penyakit pembuluh darah, serta obesitas.
Diah menjelaskan mi instan kuah umumnya memiliki kandungan natrium lebih dari 1.000 miligram per bungkus, bahkan dapat mencapai 1.100 miligram per saji. Angka tersebut setara hampir 75 persen kebutuhan natrium harian orang dewasa sehingga konsumsi perlu dikendalikan dengan bijak.
“Jika kita ada hipertensi atau sensitif terhadap natrium maka tidaklah tepat mengonsumsi mi instan ini karena jatah natriumnya akan habis hanya dengan konsumsi satu bungkus mi kuah instan. Kebutuhan natrium seseorang dengan hipertensi maksimal adalah 1.200 miligram, di mi kuah instan antara 1000-1100 milligram per saji,” jelasnya.
Ia menyarankan agar mi instan tidak dikonsumsi secara berlebihan, terutama saat musim hujan, tanpa diimbangi asupan makanan sehat lain. Konsumsi mi instan berlebih berisiko menimbulkan penyakit degeneratif, seperti kerusakan pembuluh darah, hipertensi yang berujung gangguan fungsi ginjal, serta gangguan saluran cerna berupa iritasi lambung dan usus.
Pada remaja, kebiasaan mengonsumsi mi instan setiap minggu juga dapat meningkatkan risiko hemoroid atau ambeien hingga kanker usus. Selain itu, obesitas dapat muncul apabila mi instan dikonsumsi secara berlebihan tanpa pengaturan pola makan yang seimbang, sehingga edukasi pembatasan konsumsi mi instan berlebih perlu terus digencarkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.
Guru honorer Kulonprogo terancam imbas SE Mendikdasmen 2026. Disdikpora siapkan penataan menuju status ASN.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 turun pada 16 Mei 2026. Simak daftar harga lengkap terbaru di Pegadaian dan Logam Mulia.