Jokowi Bakal Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI November 2026
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan zat besi masih menjadi persoalan kesehatan yang sering luput dikenali karena gejalanya muncul perlahan dan kerap tidak terasa. Padahal, kondisi ini dapat berdampak pada kualitas aktivitas harian hingga berkembang menjadi anemia jika tidak ditangani sejak dini.
Dikutip dari Eatingwell, defisiensi zat besi dapat terjadi dalam spektrum yang luas, mulai dari gejala ringan, menengah, hingga anemia sebagai kondisi paling berat. Dalam tahap lanjut, kekurangan zat besi berpotensi mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh dan memengaruhi produktivitas sehari-hari.
Sejumlah tanda fisik dan psikologis berikut perlu diwaspadai sebagai indikasi tubuh kekurangan zat besi. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang lebih serius.
Gejala paling umum adalah rasa lelah yang muncul terus-menerus. Jika tubuh kerap merasa kelelahan dalam beberapa waktu terakhir tanpa sebab yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal defisiensi zat besi dan sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan.
Rasa mudah kedinginan juga dapat menjadi petunjuk. Kekurangan zat besi dapat menghambat kerja tiroid serta hormon tiroid yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, sehingga penderita lebih sensitif terhadap udara dingin.
Sesak napas saat beraktivitas, termasuk ketika rutin berolahraga, juga patut diperhatikan. Zat besi berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sehingga kadar zat besi yang rendah membuat tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan oksigen saat menjalani aktivitas kardio.
Perubahan emosi berupa mudah tersinggung menjadi gejala lain yang kerap terabaikan. Sebuah penelitian menunjukkan remaja dengan defisiensi zat besi atau anemia cenderung mengalami tingkat iritabilitas lebih tinggi dibandingkan remaja dengan kondisi kesehatan normal.
Dari sisi fisik, rambut yang menipis dan rapuh dapat menjadi tanda lanjutan. Rontok sebanyak 50–100 helai per hari masih tergolong normal, namun jika jumlahnya melebihi itu, kondisi tersebut bisa mengindikasikan kekurangan zat besi.
Gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan juga dikaitkan dengan rendahnya kadar zat besi. Zat besi berperan sebagai komponen penting dalam kerja neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, sehingga kekurangannya dapat memengaruhi kestabilan emosi.
Selain itu, kekurangan zat besi juga berkaitan dengan kondisi peradangan tertentu. Bagi individu yang memiliki gangguan radang usus, konsultasi mengenai kadar zat besi menjadi langkah penting karena kondisi tersebut dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan memperparah defisiensi zat besi yang dialami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.