Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Polusi udara - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Polusi udara tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi kini terbukti berdampak pada kesuburan pria. Studi terbaru mengungkap bahwa polutan lingkungan dapat menurunkan kualitas sperma hingga memengaruhi kemampuan konsepsi alami maupun berbantuan medis.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa polutan seperti PM10, PM2.5, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida dapat merusak DNA serta memengaruhi konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma.
Menurut siaran Hindustan Times pada 15 Januari 2026, para ilmuwan mengamati adanya penurunan bertahap pada kualitas sperma pria yang tinggal di wilayah perkotaan. "Paparan lingkungan jangka panjang terhadap udara tercemar telah dikaitkan dengan air mani berkualitas rendah, yang berdampak pada konsepsi alami maupun konsepsi yang dibantu melalui IVF," ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta ahli bedah laparoskopi, Isha Nandal, dari Yellow Fertility di Rohtak, India.
Akar masalah ini terkait dengan stres oksidatif, di mana polusi udara memicu lonjakan radikal bebas yang melebihi pertahanan antioksidan tubuh. "Ketika racun melebihi pertahanan antioksidan alami tubuh, mereka mulai menyerang sel, termasuk sel sperma," kata dr. Nandal. Selain itu, paparan polusi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk kadar testosteron yang berfluktuasi dan memengaruhi produksi sperma.
Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Endocrinology menunjukkan paparan polutan lingkungan bisa menurunkan kadar sperma hingga 50 persen. "Kesehatan sperma mencerminkan gaya hidup dan paparan lingkungan dari 2-3 bulan terakhir, artinya apa yang dihirup pria hari ini dapat memengaruhi hasil kesuburan beberapa bulan kemudian," ungkap dr. Nandal.
Ia menekankan pentingnya memperluas diskusi seputar kesuburan, yang selama ini lebih banyak fokus pada faktor biologis wanita, stres, berat badan, dan gaya hidup. "Perubahan kecil dalam pilihan hidup sehari-hari, seperti menghindari area dengan lalu lintas padat, menggunakan pembersih udara di dalam ruangan, memastikan ventilasi yang baik, serta menghindari merokok, dapat sangat membantu menjaga kesehatan sperma," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Ghost In The Cell karya Joko Anwar sukses menembus 3 juta penonton di bioskop dan tetap kuat di tengah persaingan film baru Indonesia.
Cara membuat status WhatsApp pakai lagu kini makin mudah lewat fitur musik resmi, Spotify, hingga Instagram Stories. Simak tips agar audio tetap jernih.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
LinkedIn memangkas sekitar 5 persen karyawan global di tengah tren PHK industri teknologi 2026 meski pendapatan perusahaan masih tumbuh positif.
Massimiliano Allegri dikabarkan hengkang dari AC Milan setelah konflik panas dengan Zlatan Ibrahimovic dan performa Rossoneri menurun.