Titik Panas Sumatera Melonjak Jadi 4.845, Riau Diselimuti Asap
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA— Rasa kantuk yang kerap muncul saat beraktivitas ternyata tidak selalu bisa dianggap sepele. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG, menyebut sering mengantuk merupakan sinyal alami tubuh yang menandakan kondisi kelelahan.
Menurut Ari, banyak orang justru memilih memaksakan tubuh tetap bekerja dengan bantuan kopi atau minuman berkafein dibanding memperbaiki kualitas tidur dan waktu istirahat. Padahal, tubuh yang terus dipaksa bekerja berisiko mengalami gangguan kesehatan.
“Gejala yang sering kita anggap ringan namun sebenarnya itu adalah sinyal dari tubuh adalah mengantuk,” kata Ari saat dilansir Antara di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi tersebut menjelaskan, penyebab utama tubuh mudah lelah dan mengantuk umumnya berasal dari kurangnya waktu tidur yang berkualitas.
Ia menilai kebiasaan mengandalkan kopi untuk menjaga fokus saat bekerja bukan solusi utama mengatasi kelelahan. Konsumsi kafein berlebihan, terutama lebih dari 150 miligram, justru dapat memicu gangguan kesehatan seperti jantung berdebar hingga meningkatnya asam lambung.
“Sebenarnya kecapekan atau lelah itu obatnya adalah istirahat dan tidur. Cuma kita paksa dengan minum kopi, akhirnya kita tetap waspada begitu ya. Tapi sebenarnya tubuh sudah tidak sanggup untuk terus bekerja,” katanya.
Selain kopi, Ari juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi demi mempertahankan stamina ketika tubuh sedang lelah.
Menurutnya, menjaga pola makan sehat juga menjadi cara penting untuk membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah kelelahan. Asupan makanan harus memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Ia menjelaskan kebutuhan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari berbagai makanan seperti daging sapi, ayam, telur, susu, buah-buahan, hingga sayuran.
Dari sisi waktu istirahat, Ari menyarankan setiap orang memiliki durasi tidur minimal enam jam setiap hari agar kondisi tubuh tetap optimal.
Namun demikian, ia menilai kekurangan tidur tidak bisa sepenuhnya diganti hanya dengan tidur lebih lama saat akhir pekan. Menurutnya, tidur yang baik tetap harus dilakukan secara rutin pada malam hari agar tubuh memperoleh kualitas istirahat yang optimal.
“Tapi bukan berarti kurang tidur sehari-hari dikumpulkan, lalu dibalasnya saat weekend. Tidur yang berkualitas itu tidur pada malam hari, sehingga tidak ada mimpi-mimpi buruk begitu ya,” ujar Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.