Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi Tembus 1,03 Juta Orang, MagangHub Belum Efektif
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Ilustrasi menu makan bergizi gratis. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menegaskan bahwa pemenuhan protein dan kalsium anak tidak bergantung hanya pada susu sapi. Banyak bahan pangan lain yang bisa menjadi alternatif dan tetap memenuhi kebutuhan gizi harian.
Rita menjelaskan, dalam piramida gizi seimbang, susu sapi masuk dalam kelompok sumber protein bersama berbagai pangan hewani dan nabati lainnya. Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan konsumsi susu apabila akses atau harganya menjadi kendala.
“Susu sapi berada dalam kelompok sumber protein. Artinya, kita tidak harus memaksakan pemberian susu jika tidak tersedia atau harganya tidak terjangkau, karena banyak sumber protein lain yang bisa menggantikannya,” ujar Rita, Jumat (9/1/2026).
Ia memaparkan bahwa kelompok protein hewani meliputi daging sapi, ayam, ikan, dan telur. Sementara protein nabati dapat diperoleh dari tempe, tahu, dan berbagai kacang-kacangan. Produk susu seperti keju atau olahannya juga termasuk kelompok ini, tetapi bukan satu-satunya pilihan.
Dosen Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu menambahkan, tidak semua bahan pangan memiliki kandungan kalsium tinggi. Namun, ada sejumlah sumber kalsium yang dapat menjadi alternatif selain susu sapi.
Beberapa di antaranya adalah ikan yang dikonsumsi beserta tulangnya seperti teri basah dan ikan presto, serta tempe, kacang merah, kacang kedelai, kacang tanah, brokoli, dan beragam sayuran hijau.
“Ketika anak makan makanan beraneka ragam—ada ikan, ada sayur, tempe—kalsiumnya relatif bisa terpenuhi, meskipun tidak setinggi susu sapi. Jika variasinya cukup, kebutuhan kalsium anak bisa tercukupi,” jelas Ketua Pengurus Pusat ISNA (PP-ISNA) 2018–2024 tersebut.
Pernyataan Rita sejalan dengan arahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak perlu memaksakan penyediaan susu apabila daerah tersebut tidak memiliki pasokan produk susu segar.
“Daerah yang punya sapi perah silakan memberikan susu. Tetapi bagi yang jauh dari sumbernya, tidak perlu dipaksakan. Bisa diganti dengan sumber kalsium lain,” kata Dadan saat meninjau SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.