Sekolah Kekurangan Siswa, Kemendikdasmen Siapkan Kebijakan Baru
Kemendikdasmen bersama Kemendagri menyiapkan kebijakan untuk sekolah yang kekurangan murid, termasuk sekolah dengan siswa di bawah 60 orang.
Foto ilustrasi teh dan kopi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Teh dikenal kaya antioksidan sementara kopi disebut membantu menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun keduanya tetap memiliki efek samping jika diminum berlebihan. Berikut penjelasannya dirangkum dari beragam jurnal kesehatan.
Manfaat dan Efek Samping Teh
Manfaat Teh
Teh mengandung kafein dan kaya antioksidan. Jika dikonsumsi dalam batas wajar, teh dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kanker. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh dapat mengurangi kemungkinan gangguan jantung dan stroke. Riset dari Universitas Maryland juga menemukan bahwa teh hijau membantu mengontrol kadar gula darah dan melindungi fungsi hati.
Efek Samping Teh
Efek samping muncul bila dikonsumsi berlebihan. Tannin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi. Teh juga mengandung teofilin yang bisa memicu dehidrasi dan gangguan pencernaan. Beberapa studi menemukan bahwa konsumsi teh berlebihan berpotensi meningkatkan risiko kanker prostat.
Manfaat dan Efek Samping Kopi
Manfaat Kopi
Kopi tidak hanya membantu melawan kantuk tetapi juga telah terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan. Konsumsi kopi secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit hati, jantung, diabetes tipe 2, gangguan saraf, dan menurunnya angka kematian akibat penyakit tertentu. Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi teratur dan penurunan risiko penyakit jantung koroner. Sementara itu, tinjauan dalam Diabetes Care menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Kafein pada kopi juga mampu meningkatkan energi, fokus, melindungi sel otak, mengurangi peradangan, dan menekan stres oksidatif.
Efek Samping Kopi
Konsumsi kopi berlebihan dapat memicu kenaikan asam lambung karena kandungan asam yang lebih tinggi dibandingkan teh. Penelitian menemukan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi per hari bisa menurunkan kepadatan tulang. Selain itu, kandungan kafein yang tinggi dapat menimbulkan kegelisahan bagi orang yang sensitif terhadap stimulan.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing. Jika tidak sensitif terhadap kafein dan tidak memiliki masalah lambung, teh maupun kopi aman dikonsumsi. Sebaiknya hindari penambahan gula, susu, atau krim berlebihan agar manfaat antioksidan tetap optimal. Keduanya tetap harus dikonsumsi dalam batas wajar karena jika berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemendikdasmen bersama Kemendagri menyiapkan kebijakan untuk sekolah yang kekurangan murid, termasuk sekolah dengan siswa di bawah 60 orang.
macOS Golden Gate Public Beta rilis! Fitur Siri AI, Liquid Glass, dan peningkatan performa. Hanya untuk Mac Apple Silicon, wajib backup data sebelum instalasi.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Madonna cetak album nomor 1 ke-10 dengan Confessions II, terjual 134.000 unit dan kalahkan Olivia Rodrigo. Album sekuel 20 tahun ini langsung puncaki Billboard
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
WiFi rumah sering lemot? Microwave, akuarium, cermin besar, hingga cuaca ekstrem ternyata bisa mengganggu sinyal internet. Simak penjelasan dan cara mengatasiny