Iran Tuding AS Manipulasi Pasar Energi Global, Ini Alasannya
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
Foto ilustrasi teh dan kopi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Teh dikenal kaya antioksidan sementara kopi disebut membantu menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun keduanya tetap memiliki efek samping jika diminum berlebihan. Berikut penjelasannya dirangkum dari beragam jurnal kesehatan.
Manfaat dan Efek Samping Teh
Manfaat Teh
Teh mengandung kafein dan kaya antioksidan. Jika dikonsumsi dalam batas wajar, teh dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kanker. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh dapat mengurangi kemungkinan gangguan jantung dan stroke. Riset dari Universitas Maryland juga menemukan bahwa teh hijau membantu mengontrol kadar gula darah dan melindungi fungsi hati.
Efek Samping Teh
Efek samping muncul bila dikonsumsi berlebihan. Tannin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi. Teh juga mengandung teofilin yang bisa memicu dehidrasi dan gangguan pencernaan. Beberapa studi menemukan bahwa konsumsi teh berlebihan berpotensi meningkatkan risiko kanker prostat.
Manfaat dan Efek Samping Kopi
Manfaat Kopi
Kopi tidak hanya membantu melawan kantuk tetapi juga telah terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan. Konsumsi kopi secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit hati, jantung, diabetes tipe 2, gangguan saraf, dan menurunnya angka kematian akibat penyakit tertentu. Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi teratur dan penurunan risiko penyakit jantung koroner. Sementara itu, tinjauan dalam Diabetes Care menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Kafein pada kopi juga mampu meningkatkan energi, fokus, melindungi sel otak, mengurangi peradangan, dan menekan stres oksidatif.
Efek Samping Kopi
Konsumsi kopi berlebihan dapat memicu kenaikan asam lambung karena kandungan asam yang lebih tinggi dibandingkan teh. Penelitian menemukan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi per hari bisa menurunkan kepadatan tulang. Selain itu, kandungan kafein yang tinggi dapat menimbulkan kegelisahan bagi orang yang sensitif terhadap stimulan.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing. Jika tidak sensitif terhadap kafein dan tidak memiliki masalah lambung, teh maupun kopi aman dikonsumsi. Sebaiknya hindari penambahan gula, susu, atau krim berlebihan agar manfaat antioksidan tetap optimal. Keduanya tetap harus dikonsumsi dalam batas wajar karena jika berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Polres Sukoharjo bakal menyisir gudang untuk mencegah penyalahgunaan setelah penggerebekan kasino ilegal dan penetapan 30 tersangka.
Veda Ega Pratama finis ke-20 di Moto3 Aragon 2026 setelah sempat masuk zona poin. Ia gagal menambah poin dari seri sebelumnya.
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.