MotoGP Catalunya 2026 Ricuh, Di Giannantonio Juara Dramatis
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Mengetahui golongan darah penting karena riset membuktikan faktor ini ikut memengaruhi risiko penyakit jantung.Penelitian terbaru menunjukkan ada satu faktor yang tidak bisa kita ubah dan ternyata ikut berperan yaitu golongan darah.
Studi ilmiah menghubungkan golongan darah A, B, dan AB dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi. Peningkatan risiko ini terkait dengan peningkatan faktor pembekuan dan penanda peradangan.
Mengenali golongan darah sebagai faktor risiko dapat membantu menyesuaikan pencegahan dini, skrining, dan intervensi gaya hidup untuk hasil kardiovaskular yang lebih baik.
Studi ilmiah terus menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki keuntungan alami karena berisiko lebih rendah mengalami serangan jantung.
Golongan Darah O
Menurut para peneliti, jawabannya terletak pada cara darah kita membeku. Orang dengan golongan darah non-O (yaitu A, B, dan AB) secara alami memiliki kadar protein pembeku darah yang lebih tinggi.
Salah satu protein kunci yang dimaksud adalah faktor von Willebrand (VWF). Kadar VWF yang lebih tinggi dapat meningkatkan kecenderungan darah untuk menggumpal. Gumpalan darah inilah yang bisa menyumbat arteri dan pada akhirnya memicu serangan jantung atau stroke. Sebaliknya, orang dengan golongan darah O memiliki kadar protein VWF yang lebih rendah, sehingga darah mereka tidak terlalu rentan untuk membentuk gumpalan berbahaya.
Seberapa Besar Perbedaannya?
Meskipun signifikan secara statistik, perbedaan risikonya tidak terlalu drastis. Studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A atau B memiliki risiko penyakit jantung sekitar 8-10% lebih tinggi dibandingkan golongan darah O. Sementara itu, golongan darah AB disebut memiliki risiko tertinggi, yaitu sekitar 20% lebih tinggi.
Inilah bagian terpenting yang harus diingat: memiliki golongan darah O bukanlah "tiket bebas" untuk mengabaikan gaya hidup sehat. Faktor-faktor seperti merokok, diet yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan tekanan darah tinggi memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap risiko serangan jantung dibandingkan golongan darah.
Sebaliknya, jika Anda memiliki golongan darah A, B, atau AB, Anda tidak perlu panik. Anggap saja informasi ini sebagai pengingat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan jantung Anda melalui cara-cara yang sudah terbukti:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.