BNPB: 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Tanaman Kakao - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kakao ternyata tak hanya cocok diolah untuk menjadi minuman cokelat yang lezat. Dalam penelitian terbaru menunjukkan suplemen yang terbuat dari ekstrak kakao berkhasiat mengurangi peradangan yang mempercepat penuaan.
Seperti dikutip dari laman New York Post, Rabu (17/9/2025) waktu setempat, penulis korespondensi studi Dr. Howard Sesso menyebut studi ini menyerukan perhatian lebih besar terhadap manfaat makanan nabati bagi kesehatan kardiovaskular, termasuk produk kakao yang kaya akan flavanol.
“Hal ini memperkuat pentingnya pola makan nabati yang beragam dan berwarna-warni, terutama dalam konteks peradangan,” kata Sesso.
Penelitian terdahulu telah menemukan bahwa ekstrak kakao dapat mengurangi penanda inflamasi dalam tubuh, sebagian besar berkat kandungan flavanolnya yang tinggi, bersifat antioksidan yang terbukti mengurangi peradangan, mencegah pembekuan darah, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
BACA JUGA: Kota Jogja Rawan Banjir, 26 EWS Diaktifkan di 3 Sungai
Studi jangka panjang dilakukan di Rumah Sakit Bringham dalam uji coba COSMOS, meneliti bagaimana ekstrak kakao memengaruhi kesehatan jantung dan melawan peradangan kronis tingkat rendah yang mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
“Kami menyadari pentingnya tumpang tindih antara penuaan yang sehat dan kesehatan kardiovaskular, di mana peradangan terkait penuaan dapat mengeraskan arteri dan menyebabkan penyakit kardiovaskular," kata Sesso, Direktur Asosiasi Divisi Pengobatan Pencegahan di Rumah Sakit Brigham and Women's.
Sesso dan timnya menganalisis sampel darah dari 598 peserta COSMOS berusia 60 tahun ke atas yang mengonsumsi suplemen ekstrak kakao selama periode tindak lanjut dua tahun. Mereka melacak perubahan dalam beberapa biomarker peradangan, termasuk tiga protein pro-inflamasi, satu protein anti-inflamasi, dan satu protein perantara kekebalan.
Pada akhir penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa kadar satu protein pro-inflamasi yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi, turun hingga 8,4% setiap tahun pada mereka yang mengonsumsi suplemen kakao dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Ini memungkinkan orang yang mengonsumsi ekstrak kakao memiliki 27% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular, kata para peneliti.
“Menariknya, kami juga mengamati peningkatan interferon-γ, sitokin yang berhubungan dengan imun, yang membuka pertanyaan baru untuk penelitian di masa mendatang,” kata Dr. Yanbin Dong, penulis senior studi tersebut.
Dong mengatakan meskipun ekstrak kakao bukanlah pengganti gaya hidup sehat, hasil ini menggembirakan dan menyoroti peran potensialnya dalam memodulasi peradangan seiring bertambahnya usia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Regulator gas mendesis bisa dipicu seal, pemasangan, atau regulator rusak. Simak penyebab dan cara mengatasinya dengan aman.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Inovator Pembangunan dan Ketahanan
Masa tunggu haji reguler turun menjadi rata-rata 26 tahun. Pemerintah masih mengkaji berbagai skema percepatan keberangkatan jemaah.
Ketua RT mengungkap tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pernah mengirim ancaman serupa kepada warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards 2026 sebagai “Kepala Daerah Akselerator Pariwisata