Ukraina Jadi Medan Tempur 7.000 Tentara Asing dari 70 Negara
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.
Tanaman Kakao - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kakao ternyata tak hanya cocok diolah untuk menjadi minuman cokelat yang lezat. Dalam penelitian terbaru menunjukkan suplemen yang terbuat dari ekstrak kakao berkhasiat mengurangi peradangan yang mempercepat penuaan.
Seperti dikutip dari laman New York Post, Rabu (17/9/2025) waktu setempat, penulis korespondensi studi Dr. Howard Sesso menyebut studi ini menyerukan perhatian lebih besar terhadap manfaat makanan nabati bagi kesehatan kardiovaskular, termasuk produk kakao yang kaya akan flavanol.
“Hal ini memperkuat pentingnya pola makan nabati yang beragam dan berwarna-warni, terutama dalam konteks peradangan,” kata Sesso.
Penelitian terdahulu telah menemukan bahwa ekstrak kakao dapat mengurangi penanda inflamasi dalam tubuh, sebagian besar berkat kandungan flavanolnya yang tinggi, bersifat antioksidan yang terbukti mengurangi peradangan, mencegah pembekuan darah, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
BACA JUGA: Kota Jogja Rawan Banjir, 26 EWS Diaktifkan di 3 Sungai
Studi jangka panjang dilakukan di Rumah Sakit Bringham dalam uji coba COSMOS, meneliti bagaimana ekstrak kakao memengaruhi kesehatan jantung dan melawan peradangan kronis tingkat rendah yang mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
“Kami menyadari pentingnya tumpang tindih antara penuaan yang sehat dan kesehatan kardiovaskular, di mana peradangan terkait penuaan dapat mengeraskan arteri dan menyebabkan penyakit kardiovaskular," kata Sesso, Direktur Asosiasi Divisi Pengobatan Pencegahan di Rumah Sakit Brigham and Women's.
Sesso dan timnya menganalisis sampel darah dari 598 peserta COSMOS berusia 60 tahun ke atas yang mengonsumsi suplemen ekstrak kakao selama periode tindak lanjut dua tahun. Mereka melacak perubahan dalam beberapa biomarker peradangan, termasuk tiga protein pro-inflamasi, satu protein anti-inflamasi, dan satu protein perantara kekebalan.
Pada akhir penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa kadar satu protein pro-inflamasi yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi, turun hingga 8,4% setiap tahun pada mereka yang mengonsumsi suplemen kakao dibandingkan dengan kelompok plasebo.
Ini memungkinkan orang yang mengonsumsi ekstrak kakao memiliki 27% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular, kata para peneliti.
“Menariknya, kami juga mengamati peningkatan interferon-γ, sitokin yang berhubungan dengan imun, yang membuka pertanyaan baru untuk penelitian di masa mendatang,” kata Dr. Yanbin Dong, penulis senior studi tersebut.
Dong mengatakan meskipun ekstrak kakao bukanlah pengganti gaya hidup sehat, hasil ini menggembirakan dan menyoroti peran potensialnya dalam memodulasi peradangan seiring bertambahnya usia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.
Said Iqbal meminta RUU Perlindungan Ketenagakerjaan disahkan maksimal Oktober 2026 tanpa mengorbankan hak buruh.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 31 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Solo hingga Palur.
Link cek pengumuman tenaga kesehatan haji 2027 yang lolos administrasi, jadwal CAT PPIH, ketentuan pakaian, dan tata tertib ujian.
Chelsea menang 4-3 atas Brighton pada pekan kedua Liga Inggris 2026/27. Emiliano Martinez debut dan Cole Palmer mencetak gol penentu.
PBNU masa khidmah 2021-2026 resmi demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Kiai Miftachul Akhyar meminta maaf dan berharap khidmah berakhir husnul khatimah.