Harga Emas Perhiasan Berbalik Naik di Hari Kemerdekaan, Cek Daftarnya
Harga emas perhiasan hari ini 17 Agustus 2026 naik tipis. Emas 24 karat Lakuemas dijual Rp2,305 juta per gram, simak daftar lengkapnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Teh merupakan salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena aromanya yang khas.
Teh memang menyehatkan, namun ternyata teh diam-diam bisa mengganggu ginjal Anda, terutama jika Anda berlebihan atau memiliki faktor risiko lainnya.
Hal ini karena oksalat, senyawa alami yang ditemukan dalam banyak makanan nabati, termasuk teh. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak oksalat, tubuh Anda mungkin tidak dapat mengeluarkannya dengan benar.
Dilansir dari timesofindia, Oksalat ini dapat mengikat kalsium dalam urin Anda dan membentuk batu ginjal. Aduh. Teh hitam, khususnya, mengandung oksalat yang cukup tinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum dalam jumlah yang sangat banyak—seperti 6-8 cangkir sehari—dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Teh hijau dan teh herbal biasanya memiliki lebih sedikit oksalat, tetapi itu tidak berarti Anda harus meminumnya seperti air.
Dalam satu kasus ekstrem di AS, seorang pria dilaporkan mengalami gagal ginjal setelah minum 16 cangkir es teh sehari.
Teh hijau mengandung lebih sedikit oksalat daripada teh hitam, dan sering digembar-gemborkan karena manfaat antioksidannya. Namun, teh hijau pun tidak sepenuhnya aman. Konsumsi berlebihan terutama dalam bentuk ekstrak pekat seperti dalam suplemen penurun berat badan telah dikaitkan dengan masalah ginjal dan hati. Sekali lagi, semuanya tergantung pada keseimbangan. Apakah ada risiko tersembunyi lainnya dari teh untuk ginjal?
Banyak teh kemasan (terutama jenis teh instan atau teh latte manis) mengandung zat aditif fosfor atau natrium tinggi, yang keduanya dapat berbahaya bagi orang dengan masalah ginjal.
BACA JUGA: Serba-Serbi tentang Kandungan Gizi Jagung Manis Muda yang Bermanfaat
Orang dengan penyakit ginjal kronis (CKD) sering diminta untuk membatasi makanan dengan kalium dan fosfor tinggi. Jadi, jika Anda menyesap campuran teh yang diproses secara berlebihan dengan banyak pemanis atau perasa, ginjal Anda mungkin tidak menyukainya. Oke, jadi apa intinya?
Teh chai atau teh hijau harian Anda tidaklah jahat. Faktanya, konsumsi teh dalam jumlah sedang telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan—mulai dari fokus yang lebih baik hingga menurunkan kolesterol.
Namun, seperti semua hal baik dalam hidup, terlalu banyak dapat menjadi bumerang. Jika Anda: Pernah menderita batu ginjal sebelumnya, Menderita CKD atau berisiko mengalaminya, Minum lebih dari 5–6 cangkir sehari.
Anda mungkin ingin memikirkan kembali kebiasaan minum teh Anda. Atau setidaknya ganti jenis teh yang Anda minum dan minum banyak air sepanjang hari untuk membantu membuang kelebihan oksalat. Ginjal Anda melakukan banyak pekerjaan di balik layar untuk menjaga kesehatan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas perhiasan hari ini 17 Agustus 2026 naik tipis. Emas 24 karat Lakuemas dijual Rp2,305 juta per gram, simak daftar lengkapnya.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.