13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Teh merupakan salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena aromanya yang khas.
Teh memang menyehatkan, namun ternyata teh diam-diam bisa mengganggu ginjal Anda, terutama jika Anda berlebihan atau memiliki faktor risiko lainnya.
Hal ini karena oksalat, senyawa alami yang ditemukan dalam banyak makanan nabati, termasuk teh. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak oksalat, tubuh Anda mungkin tidak dapat mengeluarkannya dengan benar.
Dilansir dari timesofindia, Oksalat ini dapat mengikat kalsium dalam urin Anda dan membentuk batu ginjal. Aduh. Teh hitam, khususnya, mengandung oksalat yang cukup tinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum dalam jumlah yang sangat banyak—seperti 6-8 cangkir sehari—dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Teh hijau dan teh herbal biasanya memiliki lebih sedikit oksalat, tetapi itu tidak berarti Anda harus meminumnya seperti air.
Dalam satu kasus ekstrem di AS, seorang pria dilaporkan mengalami gagal ginjal setelah minum 16 cangkir es teh sehari.
Teh hijau mengandung lebih sedikit oksalat daripada teh hitam, dan sering digembar-gemborkan karena manfaat antioksidannya. Namun, teh hijau pun tidak sepenuhnya aman. Konsumsi berlebihan terutama dalam bentuk ekstrak pekat seperti dalam suplemen penurun berat badan telah dikaitkan dengan masalah ginjal dan hati. Sekali lagi, semuanya tergantung pada keseimbangan. Apakah ada risiko tersembunyi lainnya dari teh untuk ginjal?
Banyak teh kemasan (terutama jenis teh instan atau teh latte manis) mengandung zat aditif fosfor atau natrium tinggi, yang keduanya dapat berbahaya bagi orang dengan masalah ginjal.
BACA JUGA: Serba-Serbi tentang Kandungan Gizi Jagung Manis Muda yang Bermanfaat
Orang dengan penyakit ginjal kronis (CKD) sering diminta untuk membatasi makanan dengan kalium dan fosfor tinggi. Jadi, jika Anda menyesap campuran teh yang diproses secara berlebihan dengan banyak pemanis atau perasa, ginjal Anda mungkin tidak menyukainya. Oke, jadi apa intinya?
Teh chai atau teh hijau harian Anda tidaklah jahat. Faktanya, konsumsi teh dalam jumlah sedang telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan—mulai dari fokus yang lebih baik hingga menurunkan kolesterol.
Namun, seperti semua hal baik dalam hidup, terlalu banyak dapat menjadi bumerang. Jika Anda: Pernah menderita batu ginjal sebelumnya, Menderita CKD atau berisiko mengalaminya, Minum lebih dari 5–6 cangkir sehari.
Anda mungkin ingin memikirkan kembali kebiasaan minum teh Anda. Atau setidaknya ganti jenis teh yang Anda minum dan minum banyak air sepanjang hari untuk membantu membuang kelebihan oksalat. Ginjal Anda melakukan banyak pekerjaan di balik layar untuk menjaga kesehatan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.