Kasus Ebola Kongo Bertambah, Otoritas Waspadai Penyebaran Cepat
Kasus Ebola di Kongo bertambah menjadi 515 kasus dengan 91 kematian. Otoritas kesehatan mewaspadai penyebaran cepat hingga wilayah perbatasan Uganda.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Teh merupakan salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena aromanya yang khas.
Teh memang menyehatkan, namun ternyata teh diam-diam bisa mengganggu ginjal Anda, terutama jika Anda berlebihan atau memiliki faktor risiko lainnya.
Hal ini karena oksalat, senyawa alami yang ditemukan dalam banyak makanan nabati, termasuk teh. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak oksalat, tubuh Anda mungkin tidak dapat mengeluarkannya dengan benar.
Dilansir dari timesofindia, Oksalat ini dapat mengikat kalsium dalam urin Anda dan membentuk batu ginjal. Aduh. Teh hitam, khususnya, mengandung oksalat yang cukup tinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum dalam jumlah yang sangat banyak—seperti 6-8 cangkir sehari—dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Teh hijau dan teh herbal biasanya memiliki lebih sedikit oksalat, tetapi itu tidak berarti Anda harus meminumnya seperti air.
Dalam satu kasus ekstrem di AS, seorang pria dilaporkan mengalami gagal ginjal setelah minum 16 cangkir es teh sehari.
Teh hijau mengandung lebih sedikit oksalat daripada teh hitam, dan sering digembar-gemborkan karena manfaat antioksidannya. Namun, teh hijau pun tidak sepenuhnya aman. Konsumsi berlebihan terutama dalam bentuk ekstrak pekat seperti dalam suplemen penurun berat badan telah dikaitkan dengan masalah ginjal dan hati. Sekali lagi, semuanya tergantung pada keseimbangan. Apakah ada risiko tersembunyi lainnya dari teh untuk ginjal?
Banyak teh kemasan (terutama jenis teh instan atau teh latte manis) mengandung zat aditif fosfor atau natrium tinggi, yang keduanya dapat berbahaya bagi orang dengan masalah ginjal.
BACA JUGA: Serba-Serbi tentang Kandungan Gizi Jagung Manis Muda yang Bermanfaat
Orang dengan penyakit ginjal kronis (CKD) sering diminta untuk membatasi makanan dengan kalium dan fosfor tinggi. Jadi, jika Anda menyesap campuran teh yang diproses secara berlebihan dengan banyak pemanis atau perasa, ginjal Anda mungkin tidak menyukainya. Oke, jadi apa intinya?
Teh chai atau teh hijau harian Anda tidaklah jahat. Faktanya, konsumsi teh dalam jumlah sedang telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan—mulai dari fokus yang lebih baik hingga menurunkan kolesterol.
Namun, seperti semua hal baik dalam hidup, terlalu banyak dapat menjadi bumerang. Jika Anda: Pernah menderita batu ginjal sebelumnya, Menderita CKD atau berisiko mengalaminya, Minum lebih dari 5–6 cangkir sehari.
Anda mungkin ingin memikirkan kembali kebiasaan minum teh Anda. Atau setidaknya ganti jenis teh yang Anda minum dan minum banyak air sepanjang hari untuk membantu membuang kelebihan oksalat. Ginjal Anda melakukan banyak pekerjaan di balik layar untuk menjaga kesehatan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kasus Ebola di Kongo bertambah menjadi 515 kasus dengan 91 kematian. Otoritas kesehatan mewaspadai penyebaran cepat hingga wilayah perbatasan Uganda.
Gabsi Sleman menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejurda DIY dan Pelatkab Porda 2027.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Kejagung menegaskan status Febrie Adriansyah tetap tersangka meski menerbitkan tiga sprindik baru terkait dugaan korupsi dan TPPU.
Menkop Ferry Juliantoro merespons isu pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp1,8 triliun dalam rapat bersama Komisi VI DPR.
Inggris unggul rekor pertemuan atas Argentina jelang semifinal Piala Dunia 2026. Simak head to head dan lima pertemuan terakhir.