WHO Tetapkan Waspada Sangat Tinggi, Ebola Mengancam 10 Negara Afrika
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Foto ilustrasi nutrisi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebutuhan nutrisi di setiap rentang usia perlu dipenuhi berdasarkan kebutuhan angka kecukupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh di musim pancaroba. Hal ini diutarakan dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. S. Dian Rachmawati Sp.GK mengatakan.
“Jadi memang rentang kebutuhan tiap orang itu berbeda, bahwa dengan dia aktivitas fisika berbeda, kemudian tahapan usianya berbeda, maka kebutuhan itu juga akan berbeda,” katanya dalam diskusi tentang kesehatan di musim pancaroba yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Dian mengatakan pada anak-anak, kebutuhan karbohidrat, protein, lemak adalah yang paling dibutuhkan jauh dengan kebutuhan orang dewasa. Lemak dibutuhkan anak untuk proses pembentukan otak.
Sedangkan pada lansia, sudah tidak boleh lagi terlalu tinggi lemak, tapi lebih dibutuhkan makanan yang tinggi protein.
“Kalau untuk mikronutrien, contohnya vitamin-vitamin, pada dewasa dan juga lansia ini tentu memerlukan nilai yang lebih tinggi, hampir mirip, pada anak tentu dong, dia jauh lebih kecil untuk keperluannya,” katanya.
BACA JUGA: Kemensos Sebut 66 Sekolah Rakyat Siap Berdiri Tahun Ini
Dian mengatakan nutrisi yang seimbang bisa membuat imunitas tubuh terjaga lebih baik, dan infeksi tidak akan mudah masuk. Jika terjadi infeksi maka proses pemulihannya akan lebih cepat karena nutrisinya tercukupi.
Selain itu, mencukupi cairan juga dapat menyeimbangkan jumlah cairan dalam tubuh sehingga terjaga dan terhindar dari dehidrasi. Dian juga mengingatkan untuk memenuhi nutrisi dari mikronutrien vitamin dan mineral dari sayur ataupun buah.
“Kita juga perlu nutrien-nutrien spesifik yang juga sebetulnya penting untuk ketahanan tubuh, seperti omega 3, probiotik, dan juga salah satunya adalah astaxanthin,” tambahnya.
Dian mengatakan, perubahan suhu mendadak di musim pancaroba yang menyebabkan daya tahan tubuh mudah menurun dan menyebabkan terinfeksi penyakit umum (common illness) seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), flu, dehidrasi, heat stroke, DBD hingga masalah pencernaan seperti diare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
California tetapkan darurat akibat tangki kimia berisiko meledak di Orange County. Suhu terus naik, potensi ledakan diwaspadai.
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Salad jadi pilihan sehat rendah kalori yang bantu pencernaan dan diet. Simak manfaat dan resep salad segar untuk musim panas.
Kecelakaan Gus Hilman di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) diduga akibat sopir mengantuk. Dua staf meninggal, polisi masih selidiki.