Nadeo Targetkan Indonesia Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN Cup
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Ilustrasi gigi yang sehat. Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Masyarakat diimbau untuk memeriksakan kesehatan gigi rutin sekurangnya enam bulan sekali. Hal ini diutarakan praktisi kesehatan asal Kota Solo, Jawa Tengah Monica Ekania.
"Kebanyakan kasus yang terjadi adalah setelah dicek ternyata terjadi gigi berlubang, calon gigi mau berlubang," katanya belum lama ini.
Ia mengatakan terkait hal tersebut perlu dilakukan prosedur perawatan untuk membuat penyakit tidak makin parah.
"Perlu perawatan, ditambal atau perlu perawatan lain. Namun memang kesadaran masyarakat enam bulan sekali ke dokter gigi masih rendah," katanya.
Ia mengatakan kasus yang tidak jarang terjadi adalah gigi berlubang sudah terlalu dalam. "Padahal mulut ini tempat masuknya makanan menuju jalur pencernaan. Kalau ada masalah gigi berlubang dan tidak segera ditangani maka bisa berbahaya," katanya.
BACA JUGA: Ratusan Tempat Pembuangan Sampah Terbuka di Indonesia Ditutup Paksa Pemerintah
Bahaya Gigi Berlubang
Gigi berlubang terjadi ketika lapisan enamel (lapisan terluar gigi) rusak akibat asam yang dihasilkan oleh bakteri. Proses ini biasanya disebabkan oleh sisa makanan dan minuman manis yang menempel pada gigi dan tidak dibersihkan dengan baik.
Lubang yang semakin dalam bisa mencapai saraf gigi dan menimbulkan nyeri hebat, terutama saat makan atau minum yang panas atau dingin.
Jika bakteri masuk hingga ke akar gigi, bisa terjadi infeksi parah yang disebut abses. Ini bisa menyebabkan pembengkakan, demam, bahkan menyebar ke bagian tubuh lain. Gigi yang rusak parah akibat berlubang mungkin tidak bisa diselamatkan dan harus dicabut.
Gigi berlubang bisa membuat seseorang kesulitan mengunyah makanan dengan baik, yang akhirnya berdampak pada sistem pencernaan.
Infeksi kronis di rongga mulut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena bakteri bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan peradangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.