Mahasiswa Asing Terpukau dengan Naskah Kuno Jogja
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Bayi - Ilustrasi/Freepik
CIANJUR—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cianjur, Jawa Barat terus menginovasikan berbagai program dan edukasi kesehatan yang berfokus pada pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup. Salah satu yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKA).
Dalam laman resmi IDI Cabang Cianjur (https://idicianjur.org/) disebutkan bahwa AKI mengacu pada jumlah ibu yang meninggal dunia akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, atau masa nifas, sementara AKB mencerminkan jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun. Kedua indikator ini menjadi tolak ukur penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan suatu daerah.
Faktor kematian ibu dan bayi dapat disebabkan oleh berbagai aspek medis, sosial, dan sistemik. Berikut adalah beberapa faktor utama:
Faktor Kematian Ibu:
Faktor Kematian Bayi:
Langkah-Langkah Penyuluhan IDI Cianjur
Edukasi untuk Ibu Hamil dan Keluarga. Dalam penyuluhan, IDI Cianjur memberikan informasi tentang pentingnya perawatan antenatal (ANC) secara rutin, pola makan sehat, dan tanda-tanda bahaya selama kehamilan.
Peningkatan Kesadaran tentang Persalinan Aman. IDI Cianjur mengimbau para ibu untuk memilih persalinan di fasilitas kesehatan yang dilengkapi tenaga medis terlatih untuk menghindari risiko komplikasi.
IDI Cianjur berharap, melalui program edukasi dan penyuluhan ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kesehatan ibu dan anak. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi masyarakat, IDI Cianjur optimis dapat menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Cianjur secara signifikan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program kesehatan ibu dan anak serta kegiatan lainnya, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi IDI Cianjur di idicianjur.org. Situs ini menyediakan berbagai informasi penting tentang layanan kesehatan dan panduan yang bermanfaat bagi masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
Dialog di Jogja membahas perlindungan buruh dan pekerja rumah tangga, mulai dari kebijakan upah hingga pengawasan aturan ketenagakerjaan.
Keppres pelunasan biaya haji 2027 ditargetkan terbit pekan ini. Rata-rata calon jemaah perlu menyiapkan dana sekitar Rp23 juta.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil DIY, Gandung Pardiman, meninggal dunia di RS Panti Rapih pada Selasa pagi dan dimakamkan di Ponjong.
IHSG diproyeksi bergerak sideways di kisaran 5.280-5.450 saat investor menanti keputusan The Fed dan mencermati pelemahan rupiah.