Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Penyanyi cilik Ria Enes dan Pencipta Lagu Anak Kak Nunuk berfoto bersama dengan penyanyi yang akan tampil di Konser Lagu Anak Sang Bintang, Jumat (19/7/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan penyanyi cilik Ria Enes dan boneka Suzan akan tampil dalam perhelatan Konser Lagu Anak Sang Bintang pada Sabtu (20/7/2024) di Sleman City Hall. Selain itu pencipta lagu anak legendaris Nugroho Setiadi atau populer dengan Kak Nunuk turut meramaikan konser tersebut.
Konser Lagu Anak Sang Bintang yang dihelat Presiden Musikindo itu juga menampilkan 100 lebih penyanyi anak yang akan membawakan lagu-lagu karya Yunan Helmi, musisi dan pencipta lagu anak asal Jogja. "Dalam konser ini saya akan menyanyikan lagu Semua Sayang Suzan yang diciptakan oleh Yunan Helmi," kata Ria Enes, Jumat (19/7/2024) petang.
BACA JUGA : TBY Gelar Pentas Musik Orkestra, Ini Jadwalnya
Ria Enes mengapresiasi konser tersebut karena menjadi bagian upaya menjaga konsistensi lagu anak di Indonesia. Menurutnya lagu anak harus terus diperbanyak dan diperdengarkan kepada anak-anak karena anak di era saat ini sudah terkena polusi lagu dewasa.
"Kita harus terus bersemangat menyanyikan lagu anak, memang saat ini sebenarnya banyak sekali lagu anak seperti yang diciptakan Kak Yunan Helmi, cuma kadang tidak terdengar karena tidak diakses," katanya.
Adapun Kak Nunuk mengungkap apa pun yang ditampilkan anak dalam konser tersebut harus diberikan apresiasi. Karena mereka menjadi bagian dari upaya mengembalikan lagu anak sesuai usianya. Ia menilai saat ini banyak anak yang lebih familar dengan lagu berlirik dewasa.
"Mau apa saja genre lagunya boleh, tetapi liriknya disesuaikan dengan usia anak. Dalam hal psikologi berbahaya ketika liriknya dewasa disajikan ke anak karena anak kecil belum bisa memahami istilah lebih kompleks, anak usia dua tahun belum memahami arti keluarga," katanya.
Musisi dan Pencipta Lagu Anak Yunan Helmi sepakat lagu anak harus terus diperbanyak agar anak tetap mendapatkan lagu yang sesuai dengan usianya. Konser itu digelar menjadi salah satu semangat mengembalikan lagu anak sesuai dengan usianya.
"Sebelumnya kami telah menggelar konser serupa pada Februari 2023 menampilkan 75 lagu dinyanyikan 75 penyanyi anak. Desember 2023 menggelar konser menampilkan 100 lagu ciptaan saya dengan 100 penyanyi lebih," ujarnya.
BACA JUGA : Jumat Gombrong hingga Ndarboy Bergoyang di UKDW Seru
Produser GNP Musik Djakawinata Susilo mengakui memang lagu anak saat ini tidak sepopuler era 1990-an, akan tetapi upaya musisi dan penyanyi terus dilakukan. "Memang lagu anak mencapai zaman keemasan di tahun 1990-an sata itu luar biasa karena satu visi anak dijalankan semua, kita upayakan itu bisa kembali, lagu anak dengan lirik anak tetap populer," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.