Lakukan Ini Agar Tidur Berkualiats Meski di Bulan Puasa

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Maret 2024 14:57 WIB
Lakukan Ini Agar Tidur Berkualiats Meski di Bulan Puasa

Ilustrasi tidur/Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA—Setiap orang mendambakan kualitas tidur yang baik. Tidur di malam hari merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi.

Selama bulan puasa Ramadan tentunya tidur malam akan berkurang karena harus menjalani sahur. Ada beberapa tips yang harus dilakukan agar tidur berkualitas meski di bulan puasa.

Praktisi kesehatan masyarakat dr. Ngabila Salama mengemukakan perlunya mengurangi waktu melihat layar untuk memperbaiki kualitas tidur selama menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.

Selama menunaikan ibadah puasa waktu tidur malam umumnya berkurang sebab harus bangun lebih awal untuk sahur, karenanya penting untuk mengupayakan tubuh bisa beristirahat dengan baik selama tidur malam.

Ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu, Ngabila menyampaikan bahwa mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur, melakukan aktivitas yang menenangkan seperti mandi air hangat sebelum tidur, dan mematikan lampu saat tidur dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.

"Kurangi screen time dan jauhkan ponsel di malam hari ya, termasuk juga cahaya dari televisi, laptop, dan lain-lain," katanya

Aktivitas seperti bekerja menggunakan komputer, mengerjakan pekerjaan rumah, sampai menghitung tagihan, menurut Ngabila, sebaiknya tidak dilakukan menjelang waktu tidur malam karena bisa membuat tidur terganggu.

"Karena puasa sudah membuat kita kurang tidur, hindari begadang di akhir pekan agar jadwal tidur kita tetap terjaga," katanya.

BACA JUGA: Ingin Tidur Berkualitas, Lakukan Cara Ini!

Ngabila menyampaikan bahwa manusia umumnya butuh tidur selama tujuh hingga sembilan jam sehari.

Menurut dia, tidur nyenyak dapat meningkatkan produksi sel darah putih dan sel T yang berperan penting bagi sistem kekebalan tubuh serta membantu menurunkan stres.

"Jadi, usahakan maksimal pada pukul 21.00 atau 22.00 kita sudah tidur agar bisa terpenuhi kebutuhan tidurnya minimal tujuh jam dalam sehari," kata Ngabila, yang juga staf teknis komunikasi transformasi kesehatan di Kementerian Kesehatan.

Apabila tidak bisa mulai tidur pada pukul 21.00 atau 22.00, ia melanjutkan, usahakan bisa tidur selama enam jam dalam sehari dengan menambah waktu tidur pada siang hari.

Ngabila menyampaikan bahwa kurang tidur dapat menimbulkan gangguan seperti susah berkonsentrasi, mudah lupa, dan merasa mengantuk sepanjang hari.

"Kalau untuk jangka panjangnya, kurang tidur bisa memicu penyakit kronis misalnya seperti diabetes, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Bahkan kurang tidur bisa memicu depresi dan penurunan sistem imunitas," demikian Ngabila Salama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online