KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Tulungagung Nonaktif
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Buah-buahan. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Gula dalam buah-buahan dapat mengakibatkan berat badan meningkat. Karena itu kenali apa saja gizi yang terkandung dalam makan sebelum disantap.
Ahli Gizi dari Instalasi Pelayanan Gizi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Firlianita Ahdiyanti mengemukakan gula yang dihasilkan oleh buah-buahan juga dapat menyebabkan berat badan meningkat. "Apakah fruktosa atau gula dari buah-buahan juga bisa meningkatkan berat badan? Bisa. Jadi jangan salah," katanya dalam diskusi mengenai pengaturan diet untuk obesitas yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Firli mengemukakan banyak orang yang salah kaprah dalam memahami hal tersebut, lantaran selama ini gula yang dianggap sebagai gula yang dapat meningkatkan berat badan dan harus dibatasi adalah gula refinasi atau sukrosa.
Hal tersebut, kata dia, kerap dilakukan oleh orang yang sedang diet, karena ingin memakan-makanan yang manis, namun juga tetap ingin sehat dan mencukupi kebutuhan seratnya.
"Kalau dalam tumpeng gizi seimbang (klasifikasi makanan yang harus dikonsumsi), buah-buahan itu juga sudah ada takarannya. Ada batasan konsumsi buah dalam satu hari itu tiga sampai lima porsi, atau kurang lebih maksimal tiga buah apel dalam satu hari," ujarnya.
Baca Juga
Konsumsi Buah dan Sayur Warga Kota Jogja Meningkat
Koreksi Caramu! Begini Cara Mengonsumsi Buah yang Tepat
7 Buah Ini Masuk sebagai 41 Bahan Makanan Paling Sehat di Dunia
Menurut Firli, peningkatan gula darah seseorang setelah memakan buah-buahan dapat terjadi tidak berdasarkan jenis buah yang dimakan, tetapi seberapa banyak seseorang tersebut mengonsumsi buah-buahan.
Untuk itu, ia menganjurkan kepada orang yang sedang diet untuk melengkapi kebutuhan seratnya dengan mengombinasikan buah dengan sayur-mayur, agar kebutuhan serat tercukupi dengan tidak menambah asupan gula.
Ia juga menganjurkan masyarakat untuk makan dengan pola gizi sehat seimbang, sesuai dengan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Program "Isi Piringku".
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Sạksono Harbuwono mengemukakan program gizi seimbang bertajuk "Isi Piringku" merupakan bentuk intervensi yang tepat dalam menekan laju pertumbuhan angka obesitas di Indonesia.
"Program Isi Piringku yang telah diterapkan di Puskesmas merupakan langkah positif dalam mewujudkan gizi seimbang dan pencegahan obesitas," kata Dante.
Ia mengatakan melalui Program ‘Isi Piringku’ memuat seputar kualitas dan komposisi makanan yang dikonsumsi, yang sebelumnya dikenal dengan istilah empat sehat lima sempurna.
Secara umum, Isi Piringku menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri atas 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri atas karbohidrat dan protein.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.