Bupati Pemalang Peras ASN dan Swasta demi Urus Perkara di KPK
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Kenali beberapa makanan yang bisa meningkatkan daya ingat otak
Harianjogja.com, JAKARTA—Konsentrasi sangat penting dalam bekerja. Namun terkadang setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi karena gangguan secara eksternal maupun internal.
Kesulitan untuk fokus ini biasanya sering terjadi pada seseorang yang terlalu banyak memikirkannya banyak hal sehingga mulai tidak fokus dengan apa yang dikerjakannya.
Tidak hanya itu, kesulitan untuk fokus ini juga disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam tubuh yang menyebabkan otak bekerja tidak secara sempurna.
Misalnya, saat kamu melewatkan waktu makan atau mengonsumsi makanan tertentu (seperti makanan tinggi gula atau natrium), kamu mungkin akan merasa ngantuk, kurang energi, sulit mengingat sesuatu, dan/atau kesulitan mengambil keputusan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usus dan otak terus berkomunikasi satu sama lain melalui bahan kimia yang disebut neurotransmitter, yang diproduksi di otak dan mengontrol perasaan dan emosi (seperti serotonin).
Mikroba usus juga menghasilkan neurotransmitter yang disebut asam gamma-aminobutyric (GABA) dan asam lemak rantai pendek (SCFA) seperti butirat, propionat, dan asetat, yang semuanya diperkirakan mempengaruhi berbagai fungsi otak termasuk suasana hati, ketakutan, dan stres.
Untuk itu, pilihan makanan dapat berdampak besar pada produksi neurotransmitter dan SCFA di usus, sehingga mempengaruhi fungsi otak.
Ikan tinggi lemak sehat (seperti salmon, trout, sarden, dan tuna albacore) mengandung asam lemak omega-3 yang bagus untuk kesehatan otak.
Menurut penelitian terbaru, konsumsi asam lemak omega-3 dikaitkan dengan peningkatan memori, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif berkat adanya asam docosahexaenoic (DHA).
Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung serat, protein nabati, dan senyawa anti inflamasi, serta vitamin E, dan lemak sehat.
Secara khusus, vitamin E dalam kacang-kacangan dan biji-bijian dapat membantu melindungi otak dan mengurangi penurunan kognitif. Makanan ini juga rendah GI, yang akan meningkatkan energi tahan lama dan mencegah penurunan gula darah.
Sayuran hijau seperti brokoli, kangkung, bayam, dan sawi mengandung karotenoid, vitamin K, dan asam folat.
Sayuran berdaun hijau juga mengandung banyak vitamin B yang membantu metabolisme homosistein (asam amino yang berperan dalam kerusakan otak, penurunan kognitif dan memori) dan mengurangi konsentrasinya dalam aliran darah.
Dengan demikian, vitamin B ini membantu mencegah kerusakan jangka panjang, menjaga kesehatan otak, dan meningkatkan fokus.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.