Zulhas Target 80 Persen Sampah RI Tertangani Lewat PSEL 2029
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.
Ilustrasi/Top10inaction
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter Spesialis Bedah Urologi RSUD Dr Soegiri Lamongan & Ketua IDI Cabang Lamongan, dokter Budi Himawan, menjelaskan fenomena kelainan medis abnormal yang terjadi pada penis anak.
Kelainan ini bisa disebabkan oleh tindakan tertentu atau kelainan bawaan yang terjadi akibat kegagalan tumbuh kembang alat kelamin pada anak laki-laki.
Di Indonesia, kasus ini terjadi pada 0,2% populasi laki-laki, dan bisa terjadi terutama pada anak yang belum disunat.
BACA JUGA: Musim Kemarau, Kasus ISPA di Bantul Naik, Berikut Gejalanya
Penyebab fenomena ini salah satunya adalah Parafimosis, yaitu suatu kelainan medis yang terjadi akibat tertariknya preputium atau kulup penis ke arah belakang dan tidak bisa dikembalikan ke arah sebaliknya.
"Hal ini membuat penampilan alat kelamin menjadi seperti sudah disunat, padahal belum. Jika segera ditangani, ini bisa dikembalikan ke posisi awal. Tapi jika tidak bisa jadi harus dilakukan tindakan," ungkap dokter Budi dalam media briefing, Senin (25/9/2023).
Dalam kasus ini, kulit yang tertarik ke belakang bisa menyebabkan kulup penis terikat sehingga jika tak segera ditangani akan menyebabkan peradangan, bengkak, hingga nekrosis atau pembusukan.
BACA JUGA: Punya Penyakit GERD? Jangan Melakukan Ini agar Tidak Fatal
Adapun, setelah kasus ini diobati, penderita masih bisa melakukan sunat atau sirkumsisi.
1. Bersihkan penis secara teratur dengan sabun dan air mengalir.
2. Hindari zat-zat yang menyebabkan iritasi serta pemakaian baju yang terlalu ketat.
3. Menghindari aktivitas berlebih yang membuat penis tertarik secara berulang, seperti hubungan seksual, atau ketika membersihkan penis hingga menyebabkan nyeri dan bengkak pada penis.
"Kasus Parafimosis terkadang tidk bisa dikendalikan terutama pada anak-anak, di mana mereka terkadang bermain hingga kejadian, dan tidak segera ditemukan atau dilaporkan ke orang tua atau ke tenaga medis," kata dokter Budi dalam Media Briefing, Senin (25/9/2023).
Apabila terlanjur terjadi, Parafimosis bisa disembuhkan dengan mengembalikan posisi kulit kulup penis ke tempat semula atau dengan bantuan prosedur dan pemeriksaan medis.
Pasalnya, apabila tidak segera dilakukan tindakan, Parafimosis bisa menyebabkan nyeri, bengkak, kemerahan, luka hingga nekrosis atau pembusukan. Selain itu, setelah kejadian kasus ini juga berpotensi mengganggu kualitas hidup dan seksual penderitanya.
"Ini bisa mempengaruhi kualitas hidup penderintanya karena bisa mengubah bentuk penis sampai berpengaruh pada kesuburan," jelas dokter Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.
Lando Norris kena penalti 10 grid di GP Belgia karena ganti baterai keempat. McLaren pilih Spa karena mudah menyalip. Simak strategi dan optimisme Norris.
Jepang luncurkan AI Factory pertama di dunia dengan NVIDIA! 140 MW, 27.500 GPU, target 30% pasar robotika global. Simak selengkapnya di Harianjogja.
Putri KW kejutkan Japan Open 2026! Kalahkan unggulan 2 China, Wang Zhi Yi, dengan skor 21-4 di gim penentuan. Simak jalannya pertandingan selengkapnya.
Post Malone, Robbie Williams, Tom Cruise, dan IShowSpeed siap meriahkan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol. Simak lineup hiburan spektakuler dari FIFA.
BRIN membuka Program Pemagangan Nasional 2026 bagi lulusan D4 dan S1. Tersedia hingga 375 formasi dengan uang saku UMK, mentor profesional, dan sertifikasi BNSP