Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Petani memanen jagung./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Jagung adalah salah satu jenis bahan pangan yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Makanan yang memiliki nama latin Zea mays ini merupakan salah satu makanan sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Selain kaya akan karbohidrat, jagung juga mengandung nutrisi dan vitamin penting yang dibutuhkan oleh tubuh.
Jagung mengandung serat tidak larut yang dapat meningkatkan volume feses (kotoran) dan mencegah sembelit.
Serat jagung juga berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik memberi makan bakteri sehat dalam usus dan membantu sistem pencernaan dengan memecah dan menyerap nutrisi dari jagung.
Selama proses ini, bakteri dalam mikrobioma usus mengubah jagung menjadi produk yang disebut asam lemak rantai pendek. Asam lemak ini dapat menurunkan risiko kanker kolorektal.
Sebuah jagung kuning berukuran sedang mengandung hampir 900 mikrogram antioksidan yang disebut lutein dan zeaxanthin. Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan bahwa antioksidan ini dapat meningkatkan penglihatan dan menigkatkan kesehatan mata.
Baca juga: Menkeu Klaim 98 Juta Masyarakat Indonesia Dapat Akses Kesehatan Gratis karena Pajak
Antioksidan berguna untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, molekul yang menyebabkan peradangan kronis, penyakit jantung, dan kondisi lainnya.
Antioksidan juga menjaga sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat melawan virus, bakteri, dan infeksi.
Minyak jagung mengandung pitosterol, zat tumbuhan alami yang meminimalkan jumlah kolesterol yang diserap tubuh. Minyak jagung juga mengandung ubiquinone (CoQ10), vitamin yang menyehatkan jantung yang dapat menurunkan risiko kerusakan jantung.
Minyak jagung dapat menjadi pilihan minyak goreng yang sehat selama Anda menggunakannya dalam jumlah yang tidak berlebihan. Minyak ini memiliki asam lemak esensial yang lebih sehat, atau lemak tak jenuh ganda, yang memberikan energi pada tubuh.
Selain serat dan antioksidan, biji jagung juga memiliki banyak nutrisi dan vitamin. Satu buah jagung berukuran sedang mengandung:
- 4 miligram kalsium
- 40 mikrogram folat
- 32 miligram magnesium
- 294 miligram kalium
- 7 miligram vitamin C
Kandungan mineral kalium dan mangnesium serta antioksidan pada jagung berguna untuk mengontrol tekanan darah. Karena itu, mengonsumsi jagung secara rutin dapat mencegah penyakit darah tinggi atau hipertensi.
Kandungan antioksidan dan vitamin C dalam jagung dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Antioksidan berperan dalam menangkal efek radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko terkena pernyakit dan penuaan dini.
Itulah enam manfaat mengonsumsi jagung untuk kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.