Selama Januari-Maret 2024, PPATK Endus 1,44 Juta Transaksi Janggal di Perbankan
Sebanyak 324.058 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) selama periode Februari 2021-Maret 2024 ditemukan oleh PPATK
Main ponsel sebelum tidur/Boldsky
Harianjogja.com, JAKARTA—Penggunaan gawai yang berlebih seperti smartphone, tablet, atau iPad dapat memiliki dampak negatif. Selain efek samping seperti sakit kepala, mata kering, dan iritasi mata, paparan terus-menerus terhadap layar gadget dapat merusak kulit.
Pasalnya menurut seorang Dermatologis, Kosmetologis, Ahli Bedah Transplantasi Rambut Sushma Yadav mengatakan paparan sinar biru alias blue light yang terpancar dari gawai dapat berpotensi merusak kulit seperti sinar matahari.
BACA JUGA: Radiasi Smartphone Pengaruhi Aktivitas Otak Manusia, Ini Penjelasannya
“Sinar ini menyebabkan stres pada kulit. Saya mendapati banyak pasien dengan hiperpigmentasi di sekitar mata, kulit kusam, garis-garis halus, dan sebagainya,” jelasnya dikutip dari Times of India, Kamis (15/6/2023).
Hal senada juga disampaikan Dermatologis Klinik Kecantikan Nishita Ranka, di mana penelitian paran yang berkepanjangan terhadap sinar biru yang dikenal sebagai High-Energy Visible (HEV) dapat berkontribusi pada sejumlah masalah kulit.
Namun, dia menyebutkan sejauh mana kerusakan tersebut belum sepenuhnya dipahami. Akan tetapi Nishita menambahkan, sinar biru yang dipancarkan oleh perangkat elektronik dapat memiliki dampak negatif pada kulit, termasuk penuaan dini, hiperpigmentasi, stres oksidatif, sensitivitas kulit, dan ketidakseimbangan warna kulit.
“Menurut saya, penelitian lebih lanjut tentang hal ini tetap diperlukan untuk dapat kesimpulan yang pasti. Tapi memang, baiknya melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalkan potensi bahaya dari layar gadget ini,” pungkasnya.
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut beberapa cara untuk meminimalkan kerusakan kulit akibat paparan screen time.
Gunakan pelindung layar atau filter yang dirancang khusus untuk mengurangi paparan sinar biru dari perangkat elektronik. Pelindung layar ini dapat membantu mengurangi dampak negatif sinar biru pada kulit.
Batasi waktu penggunaan perangkat elektronik dan ambil istirahat secara teratur untuk memberikan waktu istirahat pada kulit. Jeda dari layar dapat membantu kulit pulih dari efek potensial paparan sinar biru.
Lakukan rutinitas perawatan kulit yang teratur, termasuk pembersihan, pelembapan, dan perlindungan. Gunakan produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan perhatikan kebutuhan khusus akibat paparan sinar biru.
Gunakan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan. Antioksidan membantu melawan kerusakan radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan sinar biru. Pilih produk yang mengandung vitamin C, vitamin E, atau bahan alami lainnya yang memiliki sifat antioksidan
Perhatikan pola makan yang seimbang, konsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti buah dan sayuran, dan cukupi kebutuhan air. Juga, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup. Gaya hidup sehat secara keseluruhan dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Di Indonesia, dengan tingkat sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, sangat disarankan untuk menggunakan tabir surya setiap hari sebelum beraktivitas di luar ruangan. Ini akan membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari maupun sinar biru dari perangkat elektronik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 324.058 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) selama periode Februari 2021-Maret 2024 ditemukan oleh PPATK
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.